Cerita Keluarga Korban Pembunuhan Kotabaru, Tak Ada Masalah dan Pergi Terburu-buru
Rabu, 28 Februari 2024 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Orang pintar tersebut mengatakan jika kakaknya masih dalam keadaan baik-baik saja dan pergi bersama teman-temannya. Keluarga korbanpun akhirnya sedikit lega dan menduga jika korban tengah bersama-sama dengan rekannya. "Hari Jumat (23/2) kami ke orang pintar. Dan katanya baik-baik saja," tambahnya.
Namun ditunggu hingga hari Sabtu, korban ternyata tidak kunjung pulang. Sabtu malam, keluarga mendapat kabar dari bos tempat Fara bekerja yang menyatakan jika Sang Bos dipanggil oleh polisi untuk datang ke lokasi penemuan mayat perempuan. “Didekatnya ditemukan KTP kakaknya dan juga KTP yang diduga milik pelaku, "ujarnya.
Minggu (24/2/2024) dinihari, sekira pukul 01.30 WIB dia didatangi reserse Polresta Yogyakarta dan diminta untuk datang ke RS Bhayangkara guna identifikasi mayat. Sesampai di rumah sakit, dia langsung diminta mengenali sosok yang ditemukan di Kotabaru.
"Saya memastikan itu kakak saya. Meski sulit dikenali tetapi saya hafal bentuk wajahnya," kata dia.
Saat pertama kali melihatnya, Kholud mengaku kaget karena muka kakaknya sudah tidak berbentuk penuh luka lebam. Di samping itu juga ada luka bekas senjata tajam di leher dan di dada kiri yang tembus ke ulu hati.
Seluruh keluarga kaget dan terkejut dengan peristiwa tersebut karena selama ini memang tidak ada perilaku yang aneh pada diri kakaknya. Semua berjalan normal dan tidak nampak ada masalah sama sekali. Namun dia memang tidak tahu yang sebenarnya karena memang kakaknya tertutup.
"Kakak saya memang tertutup sama keluarga kalau ada masalah. Mungkin cerita ya sama teman kerja ataupu teman di kampung. Namun ceritanya hanya sebatas apa yang disuka," tuturnya.
Tak ada pesan khusus dari Fara yang diingat keluarganya kecuali keinginan anak sulung dari 2 bersaudara ini yang ingin menonton konser BTS di Jakarta tanggal 15 Maret 2024 mendatang. Namun niat tersebut belum kesampaian, Fara sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.
Namun ditunggu hingga hari Sabtu, korban ternyata tidak kunjung pulang. Sabtu malam, keluarga mendapat kabar dari bos tempat Fara bekerja yang menyatakan jika Sang Bos dipanggil oleh polisi untuk datang ke lokasi penemuan mayat perempuan. “Didekatnya ditemukan KTP kakaknya dan juga KTP yang diduga milik pelaku, "ujarnya.
Minggu (24/2/2024) dinihari, sekira pukul 01.30 WIB dia didatangi reserse Polresta Yogyakarta dan diminta untuk datang ke RS Bhayangkara guna identifikasi mayat. Sesampai di rumah sakit, dia langsung diminta mengenali sosok yang ditemukan di Kotabaru.
"Saya memastikan itu kakak saya. Meski sulit dikenali tetapi saya hafal bentuk wajahnya," kata dia.
Saat pertama kali melihatnya, Kholud mengaku kaget karena muka kakaknya sudah tidak berbentuk penuh luka lebam. Di samping itu juga ada luka bekas senjata tajam di leher dan di dada kiri yang tembus ke ulu hati.
Seluruh keluarga kaget dan terkejut dengan peristiwa tersebut karena selama ini memang tidak ada perilaku yang aneh pada diri kakaknya. Semua berjalan normal dan tidak nampak ada masalah sama sekali. Namun dia memang tidak tahu yang sebenarnya karena memang kakaknya tertutup.
"Kakak saya memang tertutup sama keluarga kalau ada masalah. Mungkin cerita ya sama teman kerja ataupu teman di kampung. Namun ceritanya hanya sebatas apa yang disuka," tuturnya.
Tak ada pesan khusus dari Fara yang diingat keluarganya kecuali keinginan anak sulung dari 2 bersaudara ini yang ingin menonton konser BTS di Jakarta tanggal 15 Maret 2024 mendatang. Namun niat tersebut belum kesampaian, Fara sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.
(wib)
Lihat Juga :