Ibu Tewas Diterkam, Anak di Luwu Nekat Berduel dengan Buaya hingga Tercabik-cabik
Rabu, 28 Februari 2024 - 07:23 WIB
loading...
Elisabet tewas diterkam buaya saat sedang mencuci piring di pinggir sungai di Desa Seba-Seba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
LUWU - Nasib tragis menimpa Elisabet tewas diterkam buaya saat sedang mencuci piring di pinggir sungai di Desa Seba-Seba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Korban dilaporkan hilang pada Selasa (27/12) pukul 18.00 WITA.
Setelah enam jam pencarian yang penuh ketegangan, Elisabet akhirnya ditemukan dalam keadaan tragis oleh warga setempat. Anak korban, Arif, yang turut dalam upaya pencarian, mengalami pengalaman mengerikan saat berduel dengan buaya.
Arif berhasil dilepaskan dari cengkeraman buaya dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Saksi mata, Alpius, mengungkapkan bahwa buaya yang menyerang Elisabet memunculkan korban ke permukaan air sungai sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Mengerikan! 2 Warga Buton Utara Tewas Diterkam Buaya
Namun, ketakutan warga akibat adanya buaya lain di sepanjang sungai membuat mereka ragu untuk menyelamatkan korban. Proses pencarian korban diwarnai kesulitan karena minimnya pencahayaan, medan sulit, dan banyaknya buaya di aliran sungai.
Setelah enam jam pencarian yang penuh ketegangan, Elisabet akhirnya ditemukan dalam keadaan tragis oleh warga setempat. Anak korban, Arif, yang turut dalam upaya pencarian, mengalami pengalaman mengerikan saat berduel dengan buaya.
Arif berhasil dilepaskan dari cengkeraman buaya dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Saksi mata, Alpius, mengungkapkan bahwa buaya yang menyerang Elisabet memunculkan korban ke permukaan air sungai sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Mengerikan! 2 Warga Buton Utara Tewas Diterkam Buaya
Namun, ketakutan warga akibat adanya buaya lain di sepanjang sungai membuat mereka ragu untuk menyelamatkan korban. Proses pencarian korban diwarnai kesulitan karena minimnya pencahayaan, medan sulit, dan banyaknya buaya di aliran sungai.
Lihat Juga :