Peduli Dhuafa, Ratu Ageng Rekawati dan Ponpes Ribath Raudhah Gelar Sunatan Massal Gratis
Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan itu, anak-anak yang dikhitan juga diberikan bingkisan dan uang tunai yang dalam tradisi Banten disebut ‘panyecep’ atau ‘uang nyecep’. Tradisi ini dilakukan sebagai bagian dari doa bagi anak yang dikhitan.
“Agar si anak diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk bisa menyunat atau menghilangkan segala hal buruk dalam hidupnya. Nyecep bukan sekedar memberikan hadiah, tetapi pula bermakna doa,” ungkapnya.
Baca juga: Wanita Pengayuh Becak di Lebak Banten Menangis Haru Dibantu Ratu Ageng Rekawati
Orang tua anak yang dikhitan merasa terharu dengan adanya sunatan gratis ini. Mayoritas dari mereka merupakan warga kurang mampu, sehingga sangat terbantu karena sunat merupakan hal wajib bagi laki-laki muslim yang telah akil baligh.
Sementara itu, istri dari almarhum Guru Mulia Abuya Wasyeh, Umi Syarifah Shofiallah memberikan apresiasi kepada Ratu Ageng Rekawati, atas kepeduliannya membantu kaum dhuafa dengan sunatan massal.
“Agar si anak diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk bisa menyunat atau menghilangkan segala hal buruk dalam hidupnya. Nyecep bukan sekedar memberikan hadiah, tetapi pula bermakna doa,” ungkapnya.
Baca juga: Wanita Pengayuh Becak di Lebak Banten Menangis Haru Dibantu Ratu Ageng Rekawati
Orang tua anak yang dikhitan merasa terharu dengan adanya sunatan gratis ini. Mayoritas dari mereka merupakan warga kurang mampu, sehingga sangat terbantu karena sunat merupakan hal wajib bagi laki-laki muslim yang telah akil baligh.
Sementara itu, istri dari almarhum Guru Mulia Abuya Wasyeh, Umi Syarifah Shofiallah memberikan apresiasi kepada Ratu Ageng Rekawati, atas kepeduliannya membantu kaum dhuafa dengan sunatan massal.
Lihat Juga :