Harga Beras Terus Naik, Pedagang dan Warga Sukabumi Menjerit
Rabu, 21 Februari 2024 - 20:03 WIB
loading...
Salah satu pedagang di pasar tradisional Sukaraja Kabupaten Sukabumi, H Rahmat (41). Foto/Dharmawan Hadi
A
A
A
SUKABUMI - Sejumlah pedagang beras keluhkan kelangkaan stok barang dan harga yang terus bergerak naik setiap hari. Fenomena yang terjadi sejak awal Januari 2024 tersebut, terjadi merata di 12 pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi .
Salah satu pedagang di pasar tradisional Sukaraja, H Rahmat (41) pemilik kios beras PD Sumber Rezeki, mengatakan, di waktu normal, biasanya terdapat 20 ton stok beras di kiosnya. Namun sejak terjadi kelangkaan dan harga yang naik, turun menjadi 10 ton lebih beras yang ada di gudangnya.
“Sekarang stok (beras) berkurang karena harganya terus naik. Sekarang sekadar ada dan komplet aja. Saya jual beras lokal medium antara harga Rp14-15.000 per kilogram, premium Rp16.000 per kilogram," ujar H Rahmat, Rabu (21/2/2024).
Baca juga; Antre Beras Bulog di Tegal Ricuh, Warga Terlibat Adu Mulut
Kenaikan harga Rp1.000, lanjut H Rahmat, terjadi sejak harga beras di Rp14.000 per kilogram dan kenaikan harga yang drastis terjadi pada pertengahan Januari 2024 hingga sekarang. Akibat harga melambung tinggi, penjualan beras di kiosnya sepi pembeli.
Salah satu pedagang di pasar tradisional Sukaraja, H Rahmat (41) pemilik kios beras PD Sumber Rezeki, mengatakan, di waktu normal, biasanya terdapat 20 ton stok beras di kiosnya. Namun sejak terjadi kelangkaan dan harga yang naik, turun menjadi 10 ton lebih beras yang ada di gudangnya.
“Sekarang stok (beras) berkurang karena harganya terus naik. Sekarang sekadar ada dan komplet aja. Saya jual beras lokal medium antara harga Rp14-15.000 per kilogram, premium Rp16.000 per kilogram," ujar H Rahmat, Rabu (21/2/2024).
Baca juga; Antre Beras Bulog di Tegal Ricuh, Warga Terlibat Adu Mulut
Kenaikan harga Rp1.000, lanjut H Rahmat, terjadi sejak harga beras di Rp14.000 per kilogram dan kenaikan harga yang drastis terjadi pada pertengahan Januari 2024 hingga sekarang. Akibat harga melambung tinggi, penjualan beras di kiosnya sepi pembeli.
Lihat Juga :