Hari Ke-10 Banjir Demak Masih Merendam Pemukiman, Ini Penampakannya
Sabtu, 17 Februari 2024 - 15:53 WIB
loading...
Genangan banjir di Demak, Jawa Tengah pada hari ke-10 masih merendam pemukiman warga, Sabtu (17/2/2024). Banjir bandang ini akibat tanggul Sungai Wulan jebol.
A
A
A
DEMAK - Genangan banjir di Demak, Jawa Tengah pada hari ke-10 masih merendam pemukiman warga pada Sabtu (17/2/2024). Banjir bandang ini akibat tanggul Sungai Wulan jebol.
![Hari Ke-10 Banjir Demak Masih Merendam Pemukiman, Ini Penampakannya]()
Saat ini Kementerian PUPR masih terus memperkuat tanggul Sungai Wulan yang jebol.
Baca juga: Atasi Banjir Demak, BNPB Sebar 2 Ton Garam di Langit Semarang-Laut Jawa
Dari pantauan udara, tanggul Sungai Wulan yang semula jebol dan kini diperkuat berada di wilayah Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa tengah.
Petugas dengan memakai alat berat bekerja menebalkan dan memadatkan tanggul.
![Hari Ke-10 Banjir Demak Masih Merendam Pemukiman, Ini Penampakannya]()
Meski mulai surut dan kini masih setinggi pinggul orang dewasa, namun sebagian kawasan pemukiman masih terendam.
Baca juga: Banjir Demak Meluas, 25.518 Jiwa Mengungsi
Demi mengurangi genangan banjir, BBWS Pemali Juana terus membuang genangan air yang dapat digunakan untuk pertanian di derah lain.
Ketua Induk P3A Klambu Kiri BBWS Pemali Juana, Mujiwanto menjelaskan, untuk mengurangi debit air dari pemukiman, pihaknya terus memasang mesin pompa penyedot dan membuangnya di Sungai Playaran.
Banjir akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol telah merendam ribuan rumah warga dan membuat jalur Pantura Demak lumpuh.
Surutnya banjir di dipemukiman dimanfaatkan warga untuk menengok rumah dan bersih sebagian barang rumah tangga.

Saat ini Kementerian PUPR masih terus memperkuat tanggul Sungai Wulan yang jebol.
Baca juga: Atasi Banjir Demak, BNPB Sebar 2 Ton Garam di Langit Semarang-Laut Jawa
Dari pantauan udara, tanggul Sungai Wulan yang semula jebol dan kini diperkuat berada di wilayah Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa tengah.
Petugas dengan memakai alat berat bekerja menebalkan dan memadatkan tanggul.

Meski mulai surut dan kini masih setinggi pinggul orang dewasa, namun sebagian kawasan pemukiman masih terendam.
Baca juga: Banjir Demak Meluas, 25.518 Jiwa Mengungsi
Demi mengurangi genangan banjir, BBWS Pemali Juana terus membuang genangan air yang dapat digunakan untuk pertanian di derah lain.
Ketua Induk P3A Klambu Kiri BBWS Pemali Juana, Mujiwanto menjelaskan, untuk mengurangi debit air dari pemukiman, pihaknya terus memasang mesin pompa penyedot dan membuangnya di Sungai Playaran.
Banjir akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol telah merendam ribuan rumah warga dan membuat jalur Pantura Demak lumpuh.
Surutnya banjir di dipemukiman dimanfaatkan warga untuk menengok rumah dan bersih sebagian barang rumah tangga.
(shf)
Lihat Juga :