Duka Pemilu 2024, Ketua KPPS 18 Pasirwangi Meninggal, Keluarga: Tugasnya Berat dan Diforsir
Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Juju menyatakan, kondisi almarhum Jajang mulai menurun dua hari menjelang pencoblosan. Saat itu, keluhannya tidak enak badan.
"H-2 Pemilu sudah mulai terasa tidak enak badan. Pas hari pemilu (Rabu 14/2/2024) jam setengah 3 subuh (02.30), sudah tidak kuat terus pulang. Almarhum mual dan muntah. Waktu masih penghitungan suara. Sudah lemes, napasnya sesak sama diare, badan pada sakit," ujar Juju.
Baca juga: Diduga Kelelahan, Satu Petugas KPPS di Kabupaten Malang Meninggal
Karena kondisi Jajang tak kunjung membaik, akhirnya pada Kamis 15 Februari 2024, Jajang dibawa ke dokter umum untuk mendapatkan pengobatan. "Tapi gak ada reaksi obatnya tuh,” tutur dia.
Pada Jumat 16 Februari 2024, Juju membawa Jajang ke Rumah Sakit Al-Islam untuk mendapatkan perawatan. Saat diperiksa di RS Al-Islam, kondisi Jajang memburuk.
Selepas Asar, kata Juju, kondisi Jajang semakin memburuk dan detak jantungnya melemah. Dokter sempat berupaya menggunakan alat pacu jantung tapi nyawa Jajang tak tertolong.
"H-2 Pemilu sudah mulai terasa tidak enak badan. Pas hari pemilu (Rabu 14/2/2024) jam setengah 3 subuh (02.30), sudah tidak kuat terus pulang. Almarhum mual dan muntah. Waktu masih penghitungan suara. Sudah lemes, napasnya sesak sama diare, badan pada sakit," ujar Juju.
Baca juga: Diduga Kelelahan, Satu Petugas KPPS di Kabupaten Malang Meninggal
Karena kondisi Jajang tak kunjung membaik, akhirnya pada Kamis 15 Februari 2024, Jajang dibawa ke dokter umum untuk mendapatkan pengobatan. "Tapi gak ada reaksi obatnya tuh,” tutur dia.
Pada Jumat 16 Februari 2024, Juju membawa Jajang ke Rumah Sakit Al-Islam untuk mendapatkan perawatan. Saat diperiksa di RS Al-Islam, kondisi Jajang memburuk.
Selepas Asar, kata Juju, kondisi Jajang semakin memburuk dan detak jantungnya melemah. Dokter sempat berupaya menggunakan alat pacu jantung tapi nyawa Jajang tak tertolong.
Lihat Juga :