Wamenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi Wisata Ekraf di Sidoarjo
Senin, 12 Februari 2024 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Wamenparekraf mengisahkan, kondisi pelaku pengrajin tas kulit di Tanggulangin yang ia tinjau sebelum hadir dalam acara bimtek tersebut. Pengrajin kulit di Tanggulangin sempat berjaya di tahun 1990an. Namun kini kondisinya mulai redup.
Sehingga menurutnya perlu didorong dengan penguatan tata kelola usaha agar lebih baik. “Bagaimana Tanggulangin ini bisa menjadi destinasi pariwisata lagi ke depannya dan pusat ekonomi kreatif, pengrajin-pengrajin harus ada regenerasi,” ucapnya.
“Tadi saya lihat juga peralatan-peralatannya juga harus lebih bersaing. Jadi ini bicara tata kelola, maka saat mendapatkan pemasukan dari koperasi, pemasukan ini untuk meningkatkan apa? Nah ini kan tata kelola di sana. Itulah kenapa kita harus bekerja sama,” lanjutnya.
Wamenparekraf berharap bimtek ini dapat menampung aspirasi selain juga menyamakan pola pikir dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku parekraf. Sehingga nantinya pemerintah dapat menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat manfaat.
Sehingga menurutnya perlu didorong dengan penguatan tata kelola usaha agar lebih baik. “Bagaimana Tanggulangin ini bisa menjadi destinasi pariwisata lagi ke depannya dan pusat ekonomi kreatif, pengrajin-pengrajin harus ada regenerasi,” ucapnya.
“Tadi saya lihat juga peralatan-peralatannya juga harus lebih bersaing. Jadi ini bicara tata kelola, maka saat mendapatkan pemasukan dari koperasi, pemasukan ini untuk meningkatkan apa? Nah ini kan tata kelola di sana. Itulah kenapa kita harus bekerja sama,” lanjutnya.
Wamenparekraf berharap bimtek ini dapat menampung aspirasi selain juga menyamakan pola pikir dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku parekraf. Sehingga nantinya pemerintah dapat menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat manfaat.
(ams)
Lihat Juga :