Kisah Penaklukan Semarang dan Pembebasan Rakyat Tionghoa di Kelenteng Sam Po Kong

Sabtu, 10 Februari 2024 - 07:41 WIB
loading...
Kisah Penaklukan Semarang...
Ritual Poo Un Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang merupakan upacara tolak bala atau meminta keselamatan dan nasib baik. Ritual ini dilaksanakan untuk menjaga keselarasan manusia dengan alam semesta. Foto/SINDOnews
A A A
SEMARANG - Kesultanan Demak di bawah Raden Patah konon pernah melakukan serangan ke Semarang. Penyerbuan pada tahun 1477 itu sebagai bagian dari ekspansi dan memperluas wilayah kekuasaan, serta menyebarkan agama Islam di pesisir utara Pulau Jawa.

Konon hampir seluruh Kota Semarang diduduki oleh pasukan Raden Patah, dengan nama lengkap Senapati Jimbun saat itu. Namun ada satu lokasi yang sengaja tidak diduduki oleh pasukan Demak yakni Kelenteng Sam Po Kong.

Raden Patah yang bisa melaksanakan tindakan apapun kepada kaum Tionghoa dan para penghuni kelenteng kala itu memilih tidak melakukan tindakan apapun, meski berbeda keyakinan. Raden Patah bahkan menginstruksikan agar tidak memaksa mereka memeluk agama islam.

Baca Juga: Cara Penarikan Pajak di Zaman Mataram Kuno: Pakai Uang Logam hingga Hewan

Memang garis keturunan Raden Patah sendiri juga masih etnis Tionghoa. Penaklukkan Semarang pun tidak membuat kebebasan beragama dan beribadah kaum Tionghoa direnggut.

Meski awalnya dikisahkan pada “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara - Negara Islam di Nusantara”tulisan Slamet Muljana, ada ketakutan kaum Tionghoa akan ekspansi Kesultanan Demak ke Semarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Pengaruh Asing Dinilai...
Pengaruh Asing Dinilai Menguat, Komunitas Tionghoa Imbau Kedepankan Keindonesiaan
Unik dan Sarat Makna,...
Unik dan Sarat Makna, Masjid Tjia Kaang Hoo Hadir dengan Nuansa Tionghoa di Jakarta Timur
Rekomendasi
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Berita Terkini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved