Temui Warga Malang, Mahfud MD Singgung Kekuasaan Tak Pernah Abadi
Rabu, 07 Februari 2024 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
”Barang siapa melupakan sejarah dia akan gagal dalam hidupnya, Bung Karno menyatakan jangan melupakan sejarah, sebenarnya sudah ada dalam Alquran, saya mengagumi Bung Karno, ketika membuat pernyataan Jasmerah, itu diambil dari Alquran,” ujarnya.
Menurutnya, dari sejarah bangsa Indonesia dapat belajar mengenai sepak terjang dan bagaimana awal negara ini terbentuk. Dimana Indonesia sendiri dikatakan Mahfud MD, merupakan beberapa wilayah dari kelompok, identitas, ras, dan agama yang berbeda.
Baca Juga: Selawat Kebangsaan Ganjar-Mahfud Bareng Gus Ali Gondrong di Malang Dihadiri Ribuan Warga
”Bersatunya beberapa kelompok primordial, itu sejarah kita jangan dilupakan, agama banyak, bersatu, keyakinan banyak lalu bersatu mendirikan negara Indonesia. Oleh sebab itu pertama kali kita ingat NKRI ini dibangun berdasarkan persatuan,” jelasnya.
Mantan Menkopolhukam ini menjelaskan, kekuasaan itu tidak akan abadi. Bahkan orang yang pernah berkuasa dan dinyatakan hebat sejak zaman Fir'aun akan jatuh juga. Hal itu sudah menjadi takdir Tuhan dan tercantum dalam Kitab Suci Alquran.
”Sehebat apapun, sekuat apapun, pada saatnya akan berhenti dari jabatannya, jabatan itu bergilir menurut sejarah, lihat sejarah Fir'aun, semua orang takut bahkan sampai menyamakan dirinya dengan Tuhan, pada saatnya dia habis juga,” paparnya.
Mahfud mencontohkan tokoh-tokoh besar dunia, seperti Stalin yang berkuasa di Uni Soviet dan Adolf Hitler, yang berkuasa di Jerman, akhirnya juga jatuh meski telah membangun kekuasaan dan kekuatan agar tidak bisa menandinginya.
Menurutnya, dari sejarah bangsa Indonesia dapat belajar mengenai sepak terjang dan bagaimana awal negara ini terbentuk. Dimana Indonesia sendiri dikatakan Mahfud MD, merupakan beberapa wilayah dari kelompok, identitas, ras, dan agama yang berbeda.
Baca Juga: Selawat Kebangsaan Ganjar-Mahfud Bareng Gus Ali Gondrong di Malang Dihadiri Ribuan Warga
”Bersatunya beberapa kelompok primordial, itu sejarah kita jangan dilupakan, agama banyak, bersatu, keyakinan banyak lalu bersatu mendirikan negara Indonesia. Oleh sebab itu pertama kali kita ingat NKRI ini dibangun berdasarkan persatuan,” jelasnya.
Mantan Menkopolhukam ini menjelaskan, kekuasaan itu tidak akan abadi. Bahkan orang yang pernah berkuasa dan dinyatakan hebat sejak zaman Fir'aun akan jatuh juga. Hal itu sudah menjadi takdir Tuhan dan tercantum dalam Kitab Suci Alquran.
”Sehebat apapun, sekuat apapun, pada saatnya akan berhenti dari jabatannya, jabatan itu bergilir menurut sejarah, lihat sejarah Fir'aun, semua orang takut bahkan sampai menyamakan dirinya dengan Tuhan, pada saatnya dia habis juga,” paparnya.
Mahfud mencontohkan tokoh-tokoh besar dunia, seperti Stalin yang berkuasa di Uni Soviet dan Adolf Hitler, yang berkuasa di Jerman, akhirnya juga jatuh meski telah membangun kekuasaan dan kekuatan agar tidak bisa menandinginya.
Lihat Juga :