Temui Warga Malang, Mahfud MD Singgung Kekuasaan Tak Pernah Abadi
Rabu, 07 Februari 2024 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan kedua tokoh itu dicap sebagai aib negara, karena menjalankan kekuasaannya dengan sewenang-wenang dan melaksanakan tugas dengan jahat.
”Bagi mereka yang jatuh meninggalkan kenangan manis ketika memerintah menjalankan tugas dengan baik, akan tercatat sebagai aib bagi negara kalau dia melaksanakan tugas dengan jahat, sewenang-wenang, anti kemanusiaan, dan anti demokrasi," terangnya.
Ia membandingkan dengan para pemimpin besar dunia seperti Mahatma Gandhi di India, yang menjadi pejuang kemerdekaan India, memimpin negara, dengan penuh kasih kemanusiaan, dan memperjuangkan rakyatnya.
Maka mereka dikenang oleh rakyatnya dan dunia sebagai pejuang kemerdekaan yang penuh rasa kasih sayang. Sehingga harus ingat sejarah, karena kehidupan ini berputar, siapa yang merasa kuat sekarang pada saatnya akan lemah.
”Saudara lihat Pak Harto (Soeharto Presiden Indonesia ke-2), kurang apa Pak Harto, dulu kalau Pak Harto berjalan, Pak Harto berdehem, hem! Orang se-indonesia akan ikut berdehem, karena saking berwibawanya dan kuatnya Pak Harto,”bebernya.
Pria 66 tahun ini menuturkan, Soeharto di akhir-akhir pemerintahannya anti demokrasi, yang membuat rakyat bergerak. Maka inilah yang disebut Mahfud, seorang penguasa janganlah sewenang-wenang, karena sejarah sudah mengajarkan kepada siapapun.
”Bagi mereka yang jatuh meninggalkan kenangan manis ketika memerintah menjalankan tugas dengan baik, akan tercatat sebagai aib bagi negara kalau dia melaksanakan tugas dengan jahat, sewenang-wenang, anti kemanusiaan, dan anti demokrasi," terangnya.
Ia membandingkan dengan para pemimpin besar dunia seperti Mahatma Gandhi di India, yang menjadi pejuang kemerdekaan India, memimpin negara, dengan penuh kasih kemanusiaan, dan memperjuangkan rakyatnya.
Maka mereka dikenang oleh rakyatnya dan dunia sebagai pejuang kemerdekaan yang penuh rasa kasih sayang. Sehingga harus ingat sejarah, karena kehidupan ini berputar, siapa yang merasa kuat sekarang pada saatnya akan lemah.
”Saudara lihat Pak Harto (Soeharto Presiden Indonesia ke-2), kurang apa Pak Harto, dulu kalau Pak Harto berjalan, Pak Harto berdehem, hem! Orang se-indonesia akan ikut berdehem, karena saking berwibawanya dan kuatnya Pak Harto,”bebernya.
Pria 66 tahun ini menuturkan, Soeharto di akhir-akhir pemerintahannya anti demokrasi, yang membuat rakyat bergerak. Maka inilah yang disebut Mahfud, seorang penguasa janganlah sewenang-wenang, karena sejarah sudah mengajarkan kepada siapapun.
(ams)
Lihat Juga :