Seruan Moral Civitas Akademika Universitas Jember, Tuntut Pemimpin Bangsa Tegakkan Demokrasi
Senin, 05 Februari 2024 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, Civitas Akademika Universitas Jember menuntut seluruh cabang kekuasaan negara mempedomani Tap MPR No 6 MPR 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Menjalankan Nilai-Nilai Pancasila. Mereka juga menuntut KPU, Bawaslu, dan pemimpin bangsa netral.
Menurut Mohamad Iqbal, dosen FISIP Unej, aksi seruan moral ini dilakukan karena melihat akhir-akhir ini demokrasi dikebiri untuk tujuan tertentu. “Hentikan upaya hukum politisasi kebijakan negara oleh presiden yang berpotensi merusak demokrasi.
“Kami menuntut tegaknya hukum dan etika penyelenggara pemilu yang transparan. Kami mengajak seluruh civitas akademika mengawal pemilu 2024 agar jurdil,” kata Mohamad Iqbal, dosen FISIP Unej.
Baca juga; Akademisi Lintas Kampus di Malang Serukan Keprihatinan Krisis Etika Moral Para Pemimpin
Hal yang sama diakui Yuda Firmansyah, mahasiswa Unej. Dia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk civitas akademika meluruskan hal yang tidak benar guna menjaga demokrasi tetap tegak berdiri tanpa dikoyak-koyak untuk kepentingan tertentu.
Menurut Mohamad Iqbal, dosen FISIP Unej, aksi seruan moral ini dilakukan karena melihat akhir-akhir ini demokrasi dikebiri untuk tujuan tertentu. “Hentikan upaya hukum politisasi kebijakan negara oleh presiden yang berpotensi merusak demokrasi.
“Kami menuntut tegaknya hukum dan etika penyelenggara pemilu yang transparan. Kami mengajak seluruh civitas akademika mengawal pemilu 2024 agar jurdil,” kata Mohamad Iqbal, dosen FISIP Unej.
Baca juga; Akademisi Lintas Kampus di Malang Serukan Keprihatinan Krisis Etika Moral Para Pemimpin
Hal yang sama diakui Yuda Firmansyah, mahasiswa Unej. Dia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk civitas akademika meluruskan hal yang tidak benar guna menjaga demokrasi tetap tegak berdiri tanpa dikoyak-koyak untuk kepentingan tertentu.
(wib)
Lihat Juga :