Gerebek Penampungan CPMI Ilegal di Kalibata City, BP2MI Selamatkan 8 Emak-emak
Minggu, 04 Februari 2024 - 18:26 WIB
loading...
BP2MI menggerebek penampungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Apertemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melakukan penggerebekan penampungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Apertemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Dalam penggerebekan itu, BP2MI berhasil menyelamatkan delapan orang yang menjadi korban.
Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Irjen Pol I Ketut Suardana mengatakan, sebanyak 8 calon PMI berhasil diselamatkan dalam penggerebekan tersebut yang hendak jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Ada 8 orang kita berhasil amankan di Apertemen Kalibata City ini, semuanya perempuan emak-emak lah, kami cegah ini agar tidak menjadi korban perdagangan orang ke Saudi Arabia," kata Irjen Pol I Ketut di lokasi seusai melakukan penggerebekan, Minggu (4/2/2024).
Baca juga: BP2MI Sebut Pesan Bansos Rp150 Juta kepada PMI di Medsos Informasi Hoaks
Jenderal Bintang Dua itu menyampaikan penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari keluarga salah satu CPMI yang melaporkan kepada BP3MI, Jawa Barat. Ketut menyebut, delapan pekerja migran tersebut rencananya diberangkatkan pada malam ini ke Arab Saudi, Timur Tengah sebagai pekerja rumah tangga.
"Kami mendapatkan informasi ini dari keluarga korban CPMI yang melaporkan ke BP3MI Jawa Barat kami langsung gerak cepat bersama tim ke lokasi," imbuhnya.
Baca juga: Kepala BP2MI Bilang Ganjar Pemimpin yang Terbukti Peduli Pekerja Migran
Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Irjen Pol I Ketut Suardana mengatakan, sebanyak 8 calon PMI berhasil diselamatkan dalam penggerebekan tersebut yang hendak jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Ada 8 orang kita berhasil amankan di Apertemen Kalibata City ini, semuanya perempuan emak-emak lah, kami cegah ini agar tidak menjadi korban perdagangan orang ke Saudi Arabia," kata Irjen Pol I Ketut di lokasi seusai melakukan penggerebekan, Minggu (4/2/2024).
Baca juga: BP2MI Sebut Pesan Bansos Rp150 Juta kepada PMI di Medsos Informasi Hoaks
Jenderal Bintang Dua itu menyampaikan penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari keluarga salah satu CPMI yang melaporkan kepada BP3MI, Jawa Barat. Ketut menyebut, delapan pekerja migran tersebut rencananya diberangkatkan pada malam ini ke Arab Saudi, Timur Tengah sebagai pekerja rumah tangga.
"Kami mendapatkan informasi ini dari keluarga korban CPMI yang melaporkan ke BP3MI Jawa Barat kami langsung gerak cepat bersama tim ke lokasi," imbuhnya.
Baca juga: Kepala BP2MI Bilang Ganjar Pemimpin yang Terbukti Peduli Pekerja Migran
Lihat Juga :