Pembakaran Bendera PDIP di Kabupaten Malang Dilaporkan ke Polisi oleh Bawaslu
Kamis, 01 Februari 2024 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Motif awal dari pelaku, Hartono, diduga akibat permasalahan internal dengan masyarakat setempat yang memicu emosinya. Namun, untuk motif lebih lanjut, Bawaslu menyerahkan ke Satreskrim Polres Malang untuk proses penyidikan selanjutnya.
"Sementara ini emosinya karena ada dugaan personal, antara masyarakat di situ. Jadi untuk pembuktian soal kepada pembakaran, atau lain-lain nanti akan dilakukan di penyidikan dan di persidangan," jelas Abdul Allam Amrullah.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, menyatakan telah menerima laporan tersebut dan akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyidikan lebih lanjut. Peristiwa pembakaran bendera PDIP di Ngajum, Kabupaten Malang, terjadi pada 21 Januari 2024, dan pelaku diketahui sebagai seorang Ketua RT bernama Hartono yang juga seorang simpatisan caleg DPRD Kabupaten Malang.
"Setelah ini kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam koridor penyidikan, ini akan dialami kembali ke terang dari para saksi, bukti-bukti yang didapatkan maupun petunjuk-petunjuk yang lain, yang kemudian nanti akan kami gelarkan," ucap Gandha Syah Hidayat.
"Sementara ini emosinya karena ada dugaan personal, antara masyarakat di situ. Jadi untuk pembuktian soal kepada pembakaran, atau lain-lain nanti akan dilakukan di penyidikan dan di persidangan," jelas Abdul Allam Amrullah.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, menyatakan telah menerima laporan tersebut dan akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyidikan lebih lanjut. Peristiwa pembakaran bendera PDIP di Ngajum, Kabupaten Malang, terjadi pada 21 Januari 2024, dan pelaku diketahui sebagai seorang Ketua RT bernama Hartono yang juga seorang simpatisan caleg DPRD Kabupaten Malang.
"Setelah ini kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam koridor penyidikan, ini akan dialami kembali ke terang dari para saksi, bukti-bukti yang didapatkan maupun petunjuk-petunjuk yang lain, yang kemudian nanti akan kami gelarkan," ucap Gandha Syah Hidayat.
(hri)
Lihat Juga :