Mundur dari Menko Polhukam, Mahfud MD Dinilai Figur Patuh Hukum dan Etika
Rabu, 31 Januari 2024 - 21:40 WIB
loading...
Keputusan Mahfud MD mundur dari jabatannya sebagai Menkopolhukam dimaknai sebagai figur yang bukan hanya patuh pada hukum, namun juga mengedepankan etika. Foto/Dok.MPI
A
A
A
BANDUNG - Keputusan Mahfud MD mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dimaknai sebagai figur yang bukan hanya patuh pada hukum, namun juga mengedepankan etika.
Pakar komunikasi, Prof Rachmat Kriyantono menyebut, pengunduran diri calon wakil presiden (Cawapres) 2024 nomor urut 3 tersebut dalam komunikasi politik merupakan pesan yang berimplikasi politik.
Baca juga: Breaking News! Mahfud MD Mundur dari Menko Polhukam
“Secara hukum, presiden, menteri, kepala daerah boleh tidak mundur. Tetapi, jika tidak mundur bisa mengganggu etika politik seiring dengan potensi terjadi penggunaan fasilitas publik dalam kampanye dan abuse of power,” kata Rachmat, Rabu (31/1/2024).
Rachmat mengatakan, pesan dari pengunduran diri Mahfud MD sangat penting untuk mempengaruhi simpati publik yang bisa mendorong elektabilitas.
Pakar komunikasi, Prof Rachmat Kriyantono menyebut, pengunduran diri calon wakil presiden (Cawapres) 2024 nomor urut 3 tersebut dalam komunikasi politik merupakan pesan yang berimplikasi politik.
Baca juga: Breaking News! Mahfud MD Mundur dari Menko Polhukam
“Secara hukum, presiden, menteri, kepala daerah boleh tidak mundur. Tetapi, jika tidak mundur bisa mengganggu etika politik seiring dengan potensi terjadi penggunaan fasilitas publik dalam kampanye dan abuse of power,” kata Rachmat, Rabu (31/1/2024).
Rachmat mengatakan, pesan dari pengunduran diri Mahfud MD sangat penting untuk mempengaruhi simpati publik yang bisa mendorong elektabilitas.
Lihat Juga :