Caleg Berman Nainggolan Beri Solusi untuk Anak Muda yang Ingin Berkarier di Jepang
Jum'at, 26 Januari 2024 - 02:08 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, Berman turut membangun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Hal ini bertujuan untuk membantu memenuhi segala pelatihan dasar yang diperlukan para pemuda yang ingin mengikuti program bekerja ke Jepang itu.
"Saat ini saya membantu dengan cara membuka Lembaga Pelatihan Kerja khusus untuk yang ke Jepang. Di situ kami rekrut dan siapkan mesnya, pelajarannya juga disiapkan, tentu biayanya juga sudah saya siapkan semua.” tuturnya.
Berman mengungkap bahwa saat ini sudah ada 25 orang yang berangkat ke Jepang dan sudah berjalan satu tahun. Mereka telah melalui training dan tinggal di asrama selama tiga bulan. Selama di asrama pun mereka dilatih untuk mandiri dan disiplin agar ketika sudah bekerja di luar negeri sudah terbiasa untuk menanamkan kedisiplinan.
“Sebelum berangkat ke Jepang atau keluar negeri ini, kami training bahasa Jepang itu minimal tiga bulan dan itu tidak bisa pulang ke rumahnya, harus tinggal di asrama," jelas Berman.
Para anak muda tersebut dilatih seperti militer. "Mereka sudah kami latih seperti ABRI, jam 4-5 pagi sudah bangun, jam 7 sudah belajar bahasa Jepang dan budaya Jepang hingga selesai jam 5 sore. Lalu jam 5 sore hingga 7 malam, mereka istirahat. Setelah itu, jam 8 sudah harus mengerjakan tugasnya."
"Saat ini saya membantu dengan cara membuka Lembaga Pelatihan Kerja khusus untuk yang ke Jepang. Di situ kami rekrut dan siapkan mesnya, pelajarannya juga disiapkan, tentu biayanya juga sudah saya siapkan semua.” tuturnya.
Berman mengungkap bahwa saat ini sudah ada 25 orang yang berangkat ke Jepang dan sudah berjalan satu tahun. Mereka telah melalui training dan tinggal di asrama selama tiga bulan. Selama di asrama pun mereka dilatih untuk mandiri dan disiplin agar ketika sudah bekerja di luar negeri sudah terbiasa untuk menanamkan kedisiplinan.
“Sebelum berangkat ke Jepang atau keluar negeri ini, kami training bahasa Jepang itu minimal tiga bulan dan itu tidak bisa pulang ke rumahnya, harus tinggal di asrama," jelas Berman.
Para anak muda tersebut dilatih seperti militer. "Mereka sudah kami latih seperti ABRI, jam 4-5 pagi sudah bangun, jam 7 sudah belajar bahasa Jepang dan budaya Jepang hingga selesai jam 5 sore. Lalu jam 5 sore hingga 7 malam, mereka istirahat. Setelah itu, jam 8 sudah harus mengerjakan tugasnya."
(zik)
Lihat Juga :