alexametrics

Antisipasi Teror Lanjutan, Semua Kampung di Surabaya Siaga 1

loading...
Antisipasi Teror Lanjutan, Semua Kampung di Surabaya Siaga 1
Pascaaksi teror yang terjadi di Kota Surabaya mulai berbenah. Wali Kota Tri Rismaharini berusaha mengantisipasi berbagai ancaman dengan mengumpulkan para pengurus RT-RW maupun tokoh masyarakat. Foto SINDOnews/Aan H
A+ A-
SURABAYA - Pascaaksi teror yang terjadi selama tiga hari terakhir, Kota Surabaya mulai berbenah. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berusaha mengantisipasi berbagai ancaman terorisme baru, salah satunya dengan mengumpulkan pilar-pilar sosial, para pengurus RT-RW maupun tokoh masyarakat.

Upaya pembinaan dan komunikasi sosial dilakukan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga situasi aman dan kondusifnya Kota Surabaya.

Risma bersama semua jajaran, camat, lurah beserta staf se Kecamatan Rungkut Surabaya, para penggurus RT maupun RW, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama dikumpulkan.



Kegiatan yang dilakukan Risma sebagai sarana untuk mengadakan monitoring perkembangan wilayah, khususnya di teritorial wilayah Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Risma menekankan, agar tetap waspada terhadap orang-orang yang dirasa mencurigakan. Warga juga diminta agar tidak mudah terpancing akan adanya provokasi. Selain itu, dia juga mengimbau kepada seluruh warganya, agar aktif membantu pemerintah dalam upaya mempressure ruang gerak para pelaku teror.

"Termasuk siskamling dan PAM swakarsa, kalau bisa mohon untuk diaktifkan kembali," ujar Risma saat memberikan arahan kepada RT-RW, bertempat di Kantor Kecamatan Rungkut Surabaya, Selasa, (16/5/2018) malam.

Disamping memberikan imbauan, Risma juga menyampaikan kepada para pengurus RT dan RW bagaimana ciri-ciri para pelaku teror yang biasa tinggal di masyarakat. Menurutnya, orang-orang seperti ini, justru biasanya akan lebih sopan dan ramah terhadap tetangga. Namun untuk kehidupannya, seperti keseharian ataupun pekerjaan mereka lebih memilih untuk tertutup.

“Kalau dirasa ada warga yang sangat dicurigai, jangan memaksa untuk mengatasinya. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan warga saya. Silahkan penjenengan memberikan informasi saja, biarkan nanti aparat yang bergerak,” pesannya.

Selain memberikan imbauan, Risma bersama jajarannya juga mendengar aspirasi dan keluhan yang berasal dari wilayah setempat, seperti kamtibmas dan pelayanan pemerintahan. Secara langsung ia memberikan kesempatan kepada para pengurus RT maupun RW untuk menyampaikan uneg-unegnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semakin banyak informasi yang panjenengan sampaikan, maka bisa semakin cepat juga kami untuk menanganinya,” katanya.

Hamdan, salah satu pengurus RT di Rungkut mengatakan, pihaknya sempat khawatir dengan banyaknya aksi teror di Surabaya. "Kami akan giatkan kembali siskamling di tiap kampung," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak