Kisah Raja Mataram Dharmawangsa Teguh yang Minim Tinggalkan Bukti Artefak Sejarah
Senin, 22 Januari 2024 - 05:57 WIB
loading...
A
A
A
Prasasti Kawambang Kulwan boleh dikatakan belum diterbitkan sebagaimana mestinya. Apa yang terdapat dalam transkripsi Brandes sebagian kecil permulaannya saja, itu pun hanya dibaca satu sisi, sedangkan prasasti ini ditulis melingkar.
Secara garis besar prasasti ini menggambarkan anugerah raja, berupa sima kepada Desa Kawambang Kulwan, agar Sang Pamgat Kanuruhan mendirikan suatu bangunan suci pemujaan dewa. Melihat angka tahunnya, prasasti ini berasal dari masa pemerintahan Dharmmawangsa Teguh. Sayang nama rajanya belum terbaca, yang ada ialah nama pejabat tinggi yang menerima hadiah, yaitu Pu Dharmmasanggrāmawikranta.
Suatu peristiwa unik yang diperingati dengan prasasti yang dipahat pada batu alam yang besar ialah perbaikan jalan oleh Samgat Lucem pu Ghek (atau Lök), dan penanaman pohon beringin oleh Sang Apañji Těpět. Konon pohon beringin itu ditanam di tempat permulaan atau akhir jalan yang diperbaiki itu. Peristiwa ini diperingati dengan prasasti Lucěm yang ditulis dengan huruf kuadrat yang besar-besar.
Secara garis besar prasasti ini menggambarkan anugerah raja, berupa sima kepada Desa Kawambang Kulwan, agar Sang Pamgat Kanuruhan mendirikan suatu bangunan suci pemujaan dewa. Melihat angka tahunnya, prasasti ini berasal dari masa pemerintahan Dharmmawangsa Teguh. Sayang nama rajanya belum terbaca, yang ada ialah nama pejabat tinggi yang menerima hadiah, yaitu Pu Dharmmasanggrāmawikranta.
Suatu peristiwa unik yang diperingati dengan prasasti yang dipahat pada batu alam yang besar ialah perbaikan jalan oleh Samgat Lucem pu Ghek (atau Lök), dan penanaman pohon beringin oleh Sang Apañji Těpět. Konon pohon beringin itu ditanam di tempat permulaan atau akhir jalan yang diperbaiki itu. Peristiwa ini diperingati dengan prasasti Lucěm yang ditulis dengan huruf kuadrat yang besar-besar.
(hri)
Lihat Juga :