Pabrik Bioetanol Meledak di Mojokerto, 10 Orang Luka Bakar Serius
Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan hasil observasi pihaknya, luka bakar yang diderita para pekerja akibat ledakan tangki pengolahan bioetanol ini cukup bervariasi. Terparah dua orang yang mengalami luka bakar hingga 60-70%. Sementara lima orang pekerja lainnya mengalami luka antara 20-45%.
"Beberapa korban juga ada yang mengalami trauma inhalasi. Trauma inhalasi, ini ditandai dengan luka dibakar muka, hidung dan bulu hidung terbakar yang dikhawatirkan akan timbul sesak nafas sehingga pasien mengalami sesak nafas. Namun saat ini kondisinya sadar dan bisa komunikasi," papar Anggraina.
Sementara, alasan tujuh korban ledakan PT Enero dirujuk dari RSUD RA Basuni Gedeg, Kabupaten Mojokerto ke RS Gatoel, Kota Mojokerto, ini berdasarkan kondisi kesehatan pasien. Sebab, para pasien yang mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya itu, membutuhkan perawatan intensif di ruang ICU.(BACA JUGA: Tammy Duckworth, Bakal Cawapres Biden yang Pernah Tinggal di Jakarta)
"Jadi pertimbangan dirujuknya masuk ICU, dan kami ada tempat. Kemudian yang kedua karena memang, PT Enero ini anak perusahaan dari BUMN, dan rumah sakit Gatoel juga anak perusahaan BUMN sehingga memang kami tarik ke rumah sakit untuk perawatan langsung dan lebih lanjut," tandas Anggraina.
Diberitakan sebelumnya, ledakan hebat hingga mengakibatkan kebakaran terjadi di pabrik PT Energi Argo Nusantara (Enero) di Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8). Satu orang tewas dan sepuluh orang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut.
"Beberapa korban juga ada yang mengalami trauma inhalasi. Trauma inhalasi, ini ditandai dengan luka dibakar muka, hidung dan bulu hidung terbakar yang dikhawatirkan akan timbul sesak nafas sehingga pasien mengalami sesak nafas. Namun saat ini kondisinya sadar dan bisa komunikasi," papar Anggraina.
Sementara, alasan tujuh korban ledakan PT Enero dirujuk dari RSUD RA Basuni Gedeg, Kabupaten Mojokerto ke RS Gatoel, Kota Mojokerto, ini berdasarkan kondisi kesehatan pasien. Sebab, para pasien yang mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya itu, membutuhkan perawatan intensif di ruang ICU.(BACA JUGA: Tammy Duckworth, Bakal Cawapres Biden yang Pernah Tinggal di Jakarta)
"Jadi pertimbangan dirujuknya masuk ICU, dan kami ada tempat. Kemudian yang kedua karena memang, PT Enero ini anak perusahaan dari BUMN, dan rumah sakit Gatoel juga anak perusahaan BUMN sehingga memang kami tarik ke rumah sakit untuk perawatan langsung dan lebih lanjut," tandas Anggraina.
Diberitakan sebelumnya, ledakan hebat hingga mengakibatkan kebakaran terjadi di pabrik PT Energi Argo Nusantara (Enero) di Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8). Satu orang tewas dan sepuluh orang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut.
(vit)