BNPB Sebut Provinsi Jawa Barat Urutan Pertama Jumlah Bencana
Senin, 15 Januari 2024 - 16:16 WIB
loading...
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan kepada awak media saat mengunjungi lokasi jebolnya tanggul sungai Cigede, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (15/1/2024). Foto/Agi Hilman
A
A
A
BANDUNG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dalam tiga tahun terakhir Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama dalam jumlah bencana .
"Dalam tiga tahun terakhir (2021, 2022, 2023) Jawa Barat menjadi peringkat 1 dalam jumlah bencana," ungkap Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi di SMPN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (15/1/2024).
Menurut dia daerah di Jawa Barat dengan tingkat bencana alam tertinggi, yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung. “Memang alamnya luar biasa, terutama di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Baca juga; Braga Bandung Direndam Banjir 1,7 Meter, Puluhan Warga Ngungsi
Suharyanto menyoroti kedua kabupaten tersebut memiliki jumlah penduduk yang banyak dan kondisi alam yang luar biasa. Dalam konteks ini, dia menekankan pentingnya kewaspadaan terutama di musim hujan.
"Alam di Jawa Barat itu berbeda, di Bogor curah hujannya tinggi, di Kabupaten Pegunungan dan penduduknya banyak, ketika harus waspada apalagi di musim hujan seperti sekarang," ujarnya.
Meskipun Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah diimplementasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Suharyanto menyatakan bahwa cuaca di Jawa Barat tetap sulit terprediksi.
"Dalam tiga tahun terakhir (2021, 2022, 2023) Jawa Barat menjadi peringkat 1 dalam jumlah bencana," ungkap Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi di SMPN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (15/1/2024).
Menurut dia daerah di Jawa Barat dengan tingkat bencana alam tertinggi, yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung. “Memang alamnya luar biasa, terutama di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Baca juga; Braga Bandung Direndam Banjir 1,7 Meter, Puluhan Warga Ngungsi
Suharyanto menyoroti kedua kabupaten tersebut memiliki jumlah penduduk yang banyak dan kondisi alam yang luar biasa. Dalam konteks ini, dia menekankan pentingnya kewaspadaan terutama di musim hujan.
"Alam di Jawa Barat itu berbeda, di Bogor curah hujannya tinggi, di Kabupaten Pegunungan dan penduduknya banyak, ketika harus waspada apalagi di musim hujan seperti sekarang," ujarnya.
Meskipun Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah diimplementasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Suharyanto menyatakan bahwa cuaca di Jawa Barat tetap sulit terprediksi.
Lihat Juga :