Menikmati Nasi Meteng dengan Suasana Bangunan Kuno Belanda
Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak hanya menu makanan yang diburu, suasana tempat makan serasa di Negeri Belanda, menjadi saya rela berlama-lama di rumah makan Dolly ini,” kata Budi.
Sementara itu, Juru Masak Rumah Makan Dolly, Chef Rohmiyati, menceritakan, menu ini dinamakan nasi meteng karena bentuknya besar sebagaimana orang hamil. Dari situlah ide menamakan nasi yang berisi banyak lauk tersebut dengan kata nasi meteng yang kini banyak diburu warga.
Para pelanggan sebagian besar merupakan pekerja kantoran, mulai dari TNI, Polri, perbankan dan warga sekitar. Menu makanan disajikan dengan harga murah meriah dan bervariasi. Mulai dari ukuran Rp3.000 hingga Rp5.000 per bungkusnya.
Selain, menikmati makanan, pengunjung juga bisa belajar sejarah karena satu kompleks yang kini dijadikan kantor perusahaan pemerintah ini, merupakan bangunan peninggalan kolonial dengan arsitektur Belanda seperti halnya wisata di kota tua.
Sementara itu, Juru Masak Rumah Makan Dolly, Chef Rohmiyati, menceritakan, menu ini dinamakan nasi meteng karena bentuknya besar sebagaimana orang hamil. Dari situlah ide menamakan nasi yang berisi banyak lauk tersebut dengan kata nasi meteng yang kini banyak diburu warga.
Para pelanggan sebagian besar merupakan pekerja kantoran, mulai dari TNI, Polri, perbankan dan warga sekitar. Menu makanan disajikan dengan harga murah meriah dan bervariasi. Mulai dari ukuran Rp3.000 hingga Rp5.000 per bungkusnya.
Selain, menikmati makanan, pengunjung juga bisa belajar sejarah karena satu kompleks yang kini dijadikan kantor perusahaan pemerintah ini, merupakan bangunan peninggalan kolonial dengan arsitektur Belanda seperti halnya wisata di kota tua.
(nth)