PDIP Belum Umumkan Rekom untuk Pilwali Surabaya, Ini Kata Pengamat
Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, pilihan terbaik untuk kepentingan Pilwali maupun Pemilu Legislatif 2024 adalah menggandeng kekuatan Machfud Arifin (MA). "Memang ini pilihan sulit. Karena strategi politik yang digarap tidak merugikan kepentingan pemilu 2024 mendatang," tegas Sucahyo.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri terkesan masih berharap campur tangan Tri Rismaharini di Pilwali Kota Surabaya akan memuluskan mengamankan kursi Balaikota Surabaya lima tahun kedepan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Eri Cahyadi digadang-gadang bisa menggantikan Risma. "Saya rasa, kualitasnya Eri belum mampu mengungguli atau selevel dengan Bu Risma," katanya.
Seperti diketahui, DPP PDIP hari ini, Selasa (11/8/2020) mengumumkan rekomendasikan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tahap tiga. Untuk Jawa Timur, hanya mengumumkan lima kabupaten, tanpa merekom Pilwali Kota Surabaya.
Lima kabupaten/kota yang mendapat rekomendasi diantaranya Kabupaten Gresik, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Ponorogo. "Ini menunjukkan Bu Mega sangat hati-hati, agar tidak keliru memberikan rekomendasi," tutup Sucahyo
Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri terkesan masih berharap campur tangan Tri Rismaharini di Pilwali Kota Surabaya akan memuluskan mengamankan kursi Balaikota Surabaya lima tahun kedepan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Eri Cahyadi digadang-gadang bisa menggantikan Risma. "Saya rasa, kualitasnya Eri belum mampu mengungguli atau selevel dengan Bu Risma," katanya.
Seperti diketahui, DPP PDIP hari ini, Selasa (11/8/2020) mengumumkan rekomendasikan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tahap tiga. Untuk Jawa Timur, hanya mengumumkan lima kabupaten, tanpa merekom Pilwali Kota Surabaya.
Lima kabupaten/kota yang mendapat rekomendasi diantaranya Kabupaten Gresik, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Ponorogo. "Ini menunjukkan Bu Mega sangat hati-hati, agar tidak keliru memberikan rekomendasi," tutup Sucahyo
(msd)
Lihat Juga :