Kisah Dyah Balitung, Raja Mataram yang Tuntaskan Janji Politiknya usai Berkuasa
Minggu, 14 Januari 2024 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Tapi siapa sosoknya belum dapat diidentifikasikan. Šataśīngga mungkin sekali harus dicari di sekitar pegunungan Dieng, seperti yang dapat disimpulkan dari prasasti Kuti tahun 762 Saka atau 18 Juli 804 M, di dalam prasasti itu Gunung Satasıngga disebut sesudah Gunung Dihyang.
Sosok yang diperintahkan untuk membuat tempat penyeberangan adalah Rakai Wlar pu Sudarsana. Setelah selesai dibuat tempat penyeberangan dengan tambatan perahunya, dua buah perahu, dan dua buah lagi untuk cadangan, serta tempat penjagaannya, maka pejabat desa-desa di sekeliling ketiga desa yang ditetapkan menjadi sima, dimintai persetujuan tentang diadakannya tempat penyeberangan itu.
Semuanya memberikan persetujuan mereka. Adapun kewajiban para petugas penyeberangan itu ialah melayani orang- orang yang melewati jalan itu setiap hari tanpa memungut bayaran. Mereka itu mendapat imbalan dari hasil pajak yang masuk dari Desa Tělang, Mahe, dan Paparahuan sebanyak 9 māsa emas setiap tahun.
Sosok yang diperintahkan untuk membuat tempat penyeberangan adalah Rakai Wlar pu Sudarsana. Setelah selesai dibuat tempat penyeberangan dengan tambatan perahunya, dua buah perahu, dan dua buah lagi untuk cadangan, serta tempat penjagaannya, maka pejabat desa-desa di sekeliling ketiga desa yang ditetapkan menjadi sima, dimintai persetujuan tentang diadakannya tempat penyeberangan itu.
Semuanya memberikan persetujuan mereka. Adapun kewajiban para petugas penyeberangan itu ialah melayani orang- orang yang melewati jalan itu setiap hari tanpa memungut bayaran. Mereka itu mendapat imbalan dari hasil pajak yang masuk dari Desa Tělang, Mahe, dan Paparahuan sebanyak 9 māsa emas setiap tahun.
(hri)
Lihat Juga :