Pengakuan Pelaku Mutilasi di Rumah Kos-kosan Sawojajar Malang: Korban Memukul Duluan
Kamis, 11 Januari 2024 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu membuat emosi pelaku meluap dan balik memukul korban di bagian hidungnya, hingga berdarah.
Baca juga: Mutilasi di Rumah Kos-kosan Sawojajar Malang Dipicu Ilmu Pelet Pelaku Tak Mempan
"(Celurit) Di bawah wastafel kos-kosan, korban dibacokan dua kali (dengan celurit) pada bagian leher. Sehingga korban roboh kehabisan darah dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya.
"(Celurit) digunakan oleh si pelaku ini untuk membersihkan rumput sebenarnya. Jadi seperti perkakas yang memang digunakan sehari-hari, bukan disiapkan dan memang sudah ada di situ sebelumnya," ungkap Kasatreskrim.
Di sisi lain, Abdul Rahman pelaku pembunuhan dan mutilasi menyatakan, ia emosi usai korban yang datang ke rumah kosnya tiba-tiba marah, hingga mengakibatkan cekcok. Kemudian korban disebut Rahman, tiba-tiba langsung memukul dirinya hingga ia emosi.
"(Membunuh) karena (korban) langsung mukul. Dia datang ke saya, tiba-tiba merasa kurang maksimal (ilmu guna-gunanya), langsung ngaplok itu," kata Rahman di hadapan awak media.
Pria asal asal Probolinggo ini mengaku awalnya ilmu guna-guna yang dikirimkan ke seseorang sesuai permintaan AP berjalan lancar. Tapi tiba-tiba hal itu akhirnya berlangsung tak mulus.
Baca juga: Mutilasi di Rumah Kos-kosan Sawojajar Malang Dipicu Ilmu Pelet Pelaku Tak Mempan
"(Celurit) Di bawah wastafel kos-kosan, korban dibacokan dua kali (dengan celurit) pada bagian leher. Sehingga korban roboh kehabisan darah dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya.
"(Celurit) digunakan oleh si pelaku ini untuk membersihkan rumput sebenarnya. Jadi seperti perkakas yang memang digunakan sehari-hari, bukan disiapkan dan memang sudah ada di situ sebelumnya," ungkap Kasatreskrim.
Di sisi lain, Abdul Rahman pelaku pembunuhan dan mutilasi menyatakan, ia emosi usai korban yang datang ke rumah kosnya tiba-tiba marah, hingga mengakibatkan cekcok. Kemudian korban disebut Rahman, tiba-tiba langsung memukul dirinya hingga ia emosi.
"(Membunuh) karena (korban) langsung mukul. Dia datang ke saya, tiba-tiba merasa kurang maksimal (ilmu guna-gunanya), langsung ngaplok itu," kata Rahman di hadapan awak media.
Pria asal asal Probolinggo ini mengaku awalnya ilmu guna-guna yang dikirimkan ke seseorang sesuai permintaan AP berjalan lancar. Tapi tiba-tiba hal itu akhirnya berlangsung tak mulus.
Lihat Juga :