Tanpa Alasan Jelas, Musda Golkar Papua Barat Kembali Ditunda
Selasa, 11 Agustus 2020 - 03:43 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Baru Kenal, Pemuda Banyumas Culik dan Setubuhi Gadis Belia )
Lebih lanjut Derk mengatakan, terkait adanya penundaan Musda kali ini, merupakan keputusan pimpinan DPP Partai Golkar , dan sebagai pengurus partai pihaknya harus taat atas keputusan itu. Sebagai kader Partai Golkar, pihaknya hanya membacakan surat tersebut. Untuk alasan pastinya hanya pimpinan yang mengetahuinya.
"Pelaksanaan Musda diundur, dan akan dilaksanakan pada 15-16 Agustus 2020 mendatang. Untuk alasan penundaan itu, semua kembali ada dipimpinan DPP Partai Golkar . Kami tidak bisa berasumsi dan menafsirkan apa yang telah menjadi keputusan dan instruksi pimpinan. Karena tugas kami hanya menyampaikan keputusan pimpinan kepada kader yang hadir pada Musda kali ini," ujar Derk.
Menurut Derk, terkait adanya kekosongan pimpinan di tingkat DPD I Partai Golkar Papua Barat, bisa dinyatakan selesai apabila telah selesai dilaksanakannya Musda. Hal itu berdasarkan aturan organisasi. Tetapi semua itu kembali lagi kepada kebijakan pimpinan, dimana diyakininya pimpinan akan memutuskan yang terbaik.
"Di dalam Partai Golkar itu perioderisasi akan dihitung setelah Musda, istilah demisioner tapi akan terjadi setelah Musda. Jika menyangkut dualisme itu ada di keputusan DPP Partai Golkar , sesuai dengan arahan SC nantinya," ungkapnya.
(Baca juga: 2 Pelaku Perusak 14 ATM Dibekuk Petugas Polda Kalbar )
Lebih lanjut Derk mengatakan, terkait adanya penundaan Musda kali ini, merupakan keputusan pimpinan DPP Partai Golkar , dan sebagai pengurus partai pihaknya harus taat atas keputusan itu. Sebagai kader Partai Golkar, pihaknya hanya membacakan surat tersebut. Untuk alasan pastinya hanya pimpinan yang mengetahuinya.
"Pelaksanaan Musda diundur, dan akan dilaksanakan pada 15-16 Agustus 2020 mendatang. Untuk alasan penundaan itu, semua kembali ada dipimpinan DPP Partai Golkar . Kami tidak bisa berasumsi dan menafsirkan apa yang telah menjadi keputusan dan instruksi pimpinan. Karena tugas kami hanya menyampaikan keputusan pimpinan kepada kader yang hadir pada Musda kali ini," ujar Derk.
Menurut Derk, terkait adanya kekosongan pimpinan di tingkat DPD I Partai Golkar Papua Barat, bisa dinyatakan selesai apabila telah selesai dilaksanakannya Musda. Hal itu berdasarkan aturan organisasi. Tetapi semua itu kembali lagi kepada kebijakan pimpinan, dimana diyakininya pimpinan akan memutuskan yang terbaik.
"Di dalam Partai Golkar itu perioderisasi akan dihitung setelah Musda, istilah demisioner tapi akan terjadi setelah Musda. Jika menyangkut dualisme itu ada di keputusan DPP Partai Golkar , sesuai dengan arahan SC nantinya," ungkapnya.
(Baca juga: 2 Pelaku Perusak 14 ATM Dibekuk Petugas Polda Kalbar )
Lihat Juga :