Update Tabrakan KA Turangga dengan Commuter Line, KNKT Selidiki Persinyalan dan Kelalaian Petugas

Sabtu, 06 Januari 2024 - 09:20 WIB
loading...
Update Tabrakan KA Turangga...
Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki tabrakan KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka Kabupaten, Bandung. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki kasus tabrakan Kereta Api (KA) Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Tim akan menyelidiki seluruh aspek yang diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan maut tersebut, termasuk kelalaian petugas PT KAI.

Baca juga: Firasat Keluarga Andrian, Pramugara KA Turangga: Almarhum Lebih Romantis ke Ibu dan Istri

Investigator KNKT Gusmaedi Rahmanas mengatakan, terkit penyebab tabrakan tim belum bisa memberikan keterangan mendetail. Tim saat ini masih mengumpulkan data faktual di tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi kami belum bisa menyampaikan kesimpulan atau penyebabnya kira-kira. Butuh ekspertis, tenaga ahli lain," kata Gusmedi Rahmanas kepada wartawan di lokasi kejadian dikutip Sabtu (6/1/2024).



Gusmedi menyatakan, data yang dikumpulkan, antara lain, data logger, kecepatan, tekanan pengereman kereta. Tim akan melihat apakah ada data logernya atau tidak.

Diketahui, data logger atau perekam data adalah sebuah alat elektronik yang mencatat data dari waktu ke waktu yang terintegrasi dengan sensor dan instrumen.

Baca juga: Ini Identitas Lengkap Korban Tabrakan KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya

"Nanti dilihat rekaman rekaman dari sarana itu, ada kecepatan, tekanan pengereman, respon dari sarananya," ujarnya.

Menurut Gusmedi, persinyalan memiliki data tersendiri. Ada data logger persinyalan.

"Itu termasuk data yang kami himpun, dikumpulkan. Data logger, sinyal, dan saksi. Pokoknya pihak-pihak yang terlibat dalam pengoperasian KA ini dan proses pelayanan adalah subjek yang kami wawancara (periksa)," ucap Gusmedi.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo enggan berasumsi terlalu jauh terkait dugaan penyebab kecelakaan KA Turangga vs KA Commuterline Bandung Raya adalah kelalaian petugas.

Didiek Hartyanto mengatakan, untuk memastikan penyebab kecelakaan itu, PT KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan KNKT melakukan penyelidikan.

"Mereka akan mengumpulkan sejumlah data kemudian menarik simpulan mengenai penyebab kecelakaan. Nanti kami akan melihat secara detil data yang bisa kita kumpulkan untuk mengevaluasi kejadian ini," kata Dirut PT KAI.

"Kami bersama Pak Dirjen dan Ketua KNKT akan melakukan investigasi mengenai penyebab kecelakaan ini untuk menjadi pembelajaran ke depan. Saya rasa itu," sambungnya.

Sedangkan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Mohammad Risal Wasal mengatakan juga menolak berspekulasi terkait dugaan miskomunikasi antarpetugas KAI sehingga mengakibatkan kecelakaan maut itu terjadi.

"Ini (komunikasi petugas di stasiun dan masinis) kami teliti. Datanya kami teliti. Kami akan cek semuanya," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.

Diketahui, KA Turangga bertabrakan dengan KA Commuterline Bandung Raya di Km 181+700 petak antarra Stasiun Haurpugur-Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2023) pukul 06.03 WIB.

Empat orang tewas dalam kejadian ini antara lain, masini, asisten masinis, pramugara, dan petugas pengamanan Stasiun Cimekar.

Empat korban tewas yakni:

1. Julian Dwi Setiyono Masinis KA 350 Commuterline Bandung Raya.
2. Ponisam sebagai Asisten Masinis KA 350 Commuterline Bandung Raya.
3. Ardiansyah, pramugara KA Turangga.
4. Enjang Yudi, petugas pengamanan Stasiun Cimekar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Menhub soal Sinyal Hijau...
Menhub soal Sinyal Hijau Sebelum Argo Bromo Tabrak KRL: Masih Didalami
KNKT Ungkap KA Argo...
KNKT Ungkap KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau di Stasiun Bekasi Sebelum Tabrak KRL
Sopir Taksi Green SM...
Sopir Taksi Green SM Ditetapkan Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
KNKT: Masinis Argo Bromo...
KNKT: Masinis Argo Bromo Sempat Ngerem' 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Taksi Online Pemicu...
Taksi Online Pemicu Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Belum Jalani Maintenance
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Menhub Absen, Komisi...
Menhub Absen, Komisi V DPR Tunda Raker Bahas Tragedi Bekasi Timur
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Rekomendasi
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Berita Terkini
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved