Mutilasi Pengusaha Kafe di Kos-kosan Malang, Polisi Periksa Keluarga dari Surabaya
Sabtu, 06 Januari 2024 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Kepolisian juga akan memeriksa keluarga pengusaha kafe asal Trenggilis Mejoyo, Surabaya, berinisial AP (34) yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang pada 15 Oktober 2023 lalu.
"Wong keduanya (terduga korban AP dan pelaku Abdul Rahman) saling kenal. (Kenal di mana keduanya). Saat ini masih pendalaman, kapan percakapan terjadi, kapan mereka melakukan perkenalan ini, apakah relevan atau tidak sebagai petunjuk. (keterangan keluarga) Saya belum bisa memastikan (soal korban), karena keluarga juga belum (dimintai keterangan), dari Surabaya," jelasnya.
Baca juga: Kronologi Terungkapnya Mutilasi di Kos-kosan Sawojajar Malang, Korban Dilaporkan Hilang 3 Bulan
Nur Wasis menambahkan, hingga baru keterangan pengakuan oleh Abdul Rahman bahwa ia telah membunuh dan memutilasi korbannya.
Dari pengakuan itulah akhirnya polisi berhasil mengungkap adanya potongan kepala, telapak tangan, dan kaki yang diduga milik AP, terkubur di tepi Sungai Bango, berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi rumah kos.
"Tersangka mengakui dan kooperatif. Saat ini sudah mengakui, namun untuk lebih jelasnya saat pemeriksaan selesai, karena saat ini pemeriksaan sedang berjalan. Kemudian tersangka juga diperiksa dengan didampingi empat pengacara supaya kami objektif dalam melakukan pemeriksaan," paparnya.
"Wong keduanya (terduga korban AP dan pelaku Abdul Rahman) saling kenal. (Kenal di mana keduanya). Saat ini masih pendalaman, kapan percakapan terjadi, kapan mereka melakukan perkenalan ini, apakah relevan atau tidak sebagai petunjuk. (keterangan keluarga) Saya belum bisa memastikan (soal korban), karena keluarga juga belum (dimintai keterangan), dari Surabaya," jelasnya.
Baca juga: Kronologi Terungkapnya Mutilasi di Kos-kosan Sawojajar Malang, Korban Dilaporkan Hilang 3 Bulan
Nur Wasis menambahkan, hingga baru keterangan pengakuan oleh Abdul Rahman bahwa ia telah membunuh dan memutilasi korbannya.
Dari pengakuan itulah akhirnya polisi berhasil mengungkap adanya potongan kepala, telapak tangan, dan kaki yang diduga milik AP, terkubur di tepi Sungai Bango, berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi rumah kos.
"Tersangka mengakui dan kooperatif. Saat ini sudah mengakui, namun untuk lebih jelasnya saat pemeriksaan selesai, karena saat ini pemeriksaan sedang berjalan. Kemudian tersangka juga diperiksa dengan didampingi empat pengacara supaya kami objektif dalam melakukan pemeriksaan," paparnya.
Lihat Juga :