Daftar Jadi Relawan, Kang Emil: Tidak Ada Istilah Rakyat Dikorbankan
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:38 WIB
loading...
Foto ilustrsi
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengakui, dirinya sudah mendaftar menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac, calon vaksin COVID-19 asal China. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berujar, dirinya didaftarkan menjadi relawan oleh tim kesehatannya secara online.
Dia pun mengaku telah mengantongi bukti telah terdaftar sebagai relawan. "Receive online atau tanda buktinya sudah ada, nanti saya posting juga," ujar Kang Emil di Bandung, Senin (10/8/2020). (Baca: Ridwan Kamil Tercatat dalam Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac)
Meski begitu, hingga kini, dia masih menunggu pengumuman apakah dirinya layak atau tidak menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac. "Diterimanya masih belum karena menunggu pengumuman dari sisi kesehatan dan lain-lain bahwa saya layak dan siap jadi relawan. Dari sisi pendaftaran sudah," katanya.
Kang Emil pun berharap, proses dirinya menjadi relawan berjalan lancar. Jika ternyata dianggap layak, dia akan melaksanakannya sesuai prosedur tanpa keistimewaan. Sebaiknya, jika tidak, dia pun memakluminya karena hal itu berhubungan dengan faktor kesehatan.
"Kalau pemimpinnya ikut (menjadi relawan), ya rakyatnya yakin bahwa semuanya berproses secara ilmiah. Jadi tidak ada istilah "oh rakyat dikorbankan, pemimpinnya aja gak yakin, masa rakyatnya harus ikutan". Gak, semuanya juga ikutan. Makanya gubernur juga ikutan dalam proses ini," tuturnya.
Dia pun mengaku telah mengantongi bukti telah terdaftar sebagai relawan. "Receive online atau tanda buktinya sudah ada, nanti saya posting juga," ujar Kang Emil di Bandung, Senin (10/8/2020). (Baca: Ridwan Kamil Tercatat dalam Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac)
Meski begitu, hingga kini, dia masih menunggu pengumuman apakah dirinya layak atau tidak menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac. "Diterimanya masih belum karena menunggu pengumuman dari sisi kesehatan dan lain-lain bahwa saya layak dan siap jadi relawan. Dari sisi pendaftaran sudah," katanya.
Kang Emil pun berharap, proses dirinya menjadi relawan berjalan lancar. Jika ternyata dianggap layak, dia akan melaksanakannya sesuai prosedur tanpa keistimewaan. Sebaiknya, jika tidak, dia pun memakluminya karena hal itu berhubungan dengan faktor kesehatan.
"Kalau pemimpinnya ikut (menjadi relawan), ya rakyatnya yakin bahwa semuanya berproses secara ilmiah. Jadi tidak ada istilah "oh rakyat dikorbankan, pemimpinnya aja gak yakin, masa rakyatnya harus ikutan". Gak, semuanya juga ikutan. Makanya gubernur juga ikutan dalam proses ini," tuturnya.
Lihat Juga :