Kegagalan Demak Islamkan Pejabat Majapahit Berujung Frustrasi Sultan Jin Bun

Sabtu, 23 Desember 2023 - 07:41 WIB
loading...
Kegagalan Demak Islamkan...
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa. Foto/Istimewa
A A A
DEMAK - Kesultanan Demak muncul menjadi salah kerajaan di Pulau Jawa yang disegani usai surutnya Kerajaan Majapahit. Konon kekuatan armada Demak tergolong tangguh hingga mampu mengusir Portugis dari wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, Demak berusaha untuk memperluas kekuasaannya dengan menaklukkan beberapa wilayah bekas Kerajaan Majapahit. Bahkan Demak berhasil mendirikan kesultanan bawahan bernama Banten.

Hal itu dilakukan sebagai garis pertahanan depan terhadap serangan orang-orang Portugis dari Malaka. Tapi sayang armada perang Demak tak cukup membendung Portugis menguasai Kepulauan Maluku.

Baca Juga: Kisah Gayatri Rajapatni, Perempuan Bijaksana Dibalik Penyusunan Kitab Hukum Majapahit

Padahal di Maluku komoditi rempah-rempah menjadi yang diburu oleh bangsa Eropa kala itu. Bandar dagang rempah-rempah itu pun jatuh ke tangan Portugis, yang membuat Kesultanan Demak gigit jari.

Tak hanya itu, kekuatan Demak juga konon masih lemah di daerah pedalaman Jawa. Armadanya hanya mampu mengcover daerah-daerah pesisir pantai saja.

Sebagaimana dikutip dari "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" dari sejarawan Prof. Slamet Muljana, hal ini membuat kekuatan Demak terpecah-pecah di pedalaman.

Konon hal ini terjadi ditafsirkan sejarawan Prof. Slamet Muljana karena kelalaian Jin Bun atau Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak. Jin Bun konon frustasi karena kurang merangkul rakyat pedalaman bekas kerajaan Majapahit, Demak kehilangan simpati rakyat banyak.

Baca Juga: Kisah Tragis Runtuhnya Kerajaan Majapahit usai Raden Patah Berkuasa di Demak

Tenaga rakyat seharusnya dapat digunakan demi kepentingan pertahanan negara, akibat sikap Jin Bun yang kurang memperhatikan nasib rakyat pedalaman, malah memusuhinya. Terbukti bahwa soal agama juga merupakan salah satu sebab yang melemahkan kedudukan Demak.

Sultan Demak beserta para pengikutnya memeluk agama Islam Madzhab Hanafi, seperti yang diajarkan oleh Sunan Ampel alias Bong Swi Hoo. Namun, sebagian besar rakyat bekas Kerajaan Majapahit, masih tetap memeluk agama Hindu.

Daerah Pasuruan dan Panarukan tetap merupakan daerah agama Hindu, tidak tunduk kepada Demak.

Setelah pusat Kerajaan Majapahit diduduki oleh tentara Demak pada tahun 1527, orang-orang Majapahit yang menolak agama Islam, menyingkir ke Pasuruan dan Panarukan, hingga ke Bali. Mereka mengikuti jejak para putra Dyah Ranawijaya Girindrawardhana.

Bekas wilayah Majapahit di sebelah barat, terutama daerah Pengging dan sekitarnya, sebagian masih dikuasai oleh pembesar-pembesar yang masih beragama Hindu.

Sedangkan beberapa pembesar yang masuk Islam, seperti Ki Ageng Pengging, Ki Ageng Tingkir, Ki Ageng Butun, dan Ki Ageng Ngerang memeluk agama Islam madzhab Syi'ah, ajaran Syaikh Siti Jenar.

Syaikh Siti Jenar telah dikenakan hukuman bakar karena dituduh menyelewengkan ajaran agama Islam, mem- beberkan rahasia yang seharusnya disimpan baik-baik.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Rekomendasi
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved