Industri Manufaktur di Jabar Terpuruk, Kang Emil Minta OJK Turun Tangan
Senin, 10 Agustus 2020 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
"Salah satu gagasannya tadi kita beli barangnya, tapi juga mungkin ada keterbatasan. Atau kita menggiring korban PHK (industri) manufaktur bisa kerja di sektor yang ekonominya diserap lokal, seperti produk pangan atau pertanian," katanya.
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, selain sektor manufaktur, sektor pertanian dan pariwisata juga mejadi kekuatan ekonomi Jabar. Bahkan, kata dia, pertanian merupakan sektor paling tangguh di tengah pandemi COVID-19.
"(Tapi) Pertumbuhan antara manufaktur dan non-manufaktur ini belum seimbang karena manufaktur porsi PDRB-nya besar sekali yaitu 40 persen," imbuhnya.
Kang Emil juga menekankan, pandemi COVID-19 memukul seluruh sektor perekonomian. Karenanya, pemerintah harus bergerak cepat untuk membuat kebijakan yang terukur tanpa mengabaikan kesehatan.
"Ekonomi ini rumit karena dimensinya besar. Khusus Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, kami sudah petakan. Jadi yang paling banyak terkontraksi paling besar adalah sektor manufaktur," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Wimboh Santoso mengaku, pihaknya sedang berupaya menggenjot sektor korporasi, termasuk di dalamnya industri manufaktur.
Apalagi, kata dia, pemerintah sendiri sudah memberikan berbagai insentif untuk menggerakkan sektor manufaktur di tengah pandemi, salah satunya jaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi.
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, selain sektor manufaktur, sektor pertanian dan pariwisata juga mejadi kekuatan ekonomi Jabar. Bahkan, kata dia, pertanian merupakan sektor paling tangguh di tengah pandemi COVID-19.
"(Tapi) Pertumbuhan antara manufaktur dan non-manufaktur ini belum seimbang karena manufaktur porsi PDRB-nya besar sekali yaitu 40 persen," imbuhnya.
Kang Emil juga menekankan, pandemi COVID-19 memukul seluruh sektor perekonomian. Karenanya, pemerintah harus bergerak cepat untuk membuat kebijakan yang terukur tanpa mengabaikan kesehatan.
"Ekonomi ini rumit karena dimensinya besar. Khusus Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, kami sudah petakan. Jadi yang paling banyak terkontraksi paling besar adalah sektor manufaktur," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Wimboh Santoso mengaku, pihaknya sedang berupaya menggenjot sektor korporasi, termasuk di dalamnya industri manufaktur.
Apalagi, kata dia, pemerintah sendiri sudah memberikan berbagai insentif untuk menggerakkan sektor manufaktur di tengah pandemi, salah satunya jaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi.
Lihat Juga :