Tim PKM Unpak Bogor Dampingi UMKM Tingkatkan Mutu Produk Bakery
Rabu, 20 Desember 2023 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, identifikasi titik pengendalian kritis (Critical Control Point/CCP). Setelah bahaya diidentifikasi, pelaku UMKM menentukan titik-titik paling penting yang harus dikendalikan untuk mencegah bahaya tersebut.
Ketiga, menetapkan batas kritis. UMKM diajarkan cara menetapkan batasan kritis pada setiap CCP agar produk yang dihasilkan selalu memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Keempat, membuat sistem pemantauan CCP. UMKM melaksanakan sistem pemantauan secara berkala pada CCP untuk memastikan bahwa batas kritis tetap terjaga.
Kelima, mengembangkan tindakan korektif. UMKM menyiapkan langkah-langkah korektif yang akan diambil jika terjadi pelanggaran batas kritis pada CCP.
Keenam, membuat catatan dan dokumentasi. Setiap tahap produksi bakery harus didokumentasikan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan diuji keabsahannya.
Ketujuh, melakukan verifikasi dan sertifikasi. UMKM diajarkan untuk mengikuti proses verifikasi dan sertifikasi terkait penerapan HACCP agar produk mereka mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
Ketiga, menetapkan batas kritis. UMKM diajarkan cara menetapkan batasan kritis pada setiap CCP agar produk yang dihasilkan selalu memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Keempat, membuat sistem pemantauan CCP. UMKM melaksanakan sistem pemantauan secara berkala pada CCP untuk memastikan bahwa batas kritis tetap terjaga.
Kelima, mengembangkan tindakan korektif. UMKM menyiapkan langkah-langkah korektif yang akan diambil jika terjadi pelanggaran batas kritis pada CCP.
Keenam, membuat catatan dan dokumentasi. Setiap tahap produksi bakery harus didokumentasikan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan diuji keabsahannya.
Ketujuh, melakukan verifikasi dan sertifikasi. UMKM diajarkan untuk mengikuti proses verifikasi dan sertifikasi terkait penerapan HACCP agar produk mereka mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
Lihat Juga :