Konflik Yayasan dengan Warga, Kemenkum Ham Gali Informasi dari Yayasan Imam Syafi'i
Minggu, 09 Agustus 2020 - 22:42 WIB
loading...
A
A
A
“Bahkan kita sudah mendapat dukungan tidak hanya 60 orang, bahkan lebih dari itu, sekitar 90-an. Padahal, banyak yang pro atas pendirian pondok, daripada yang tidak setuju,” paparnya. (BACA JUGA: 35 Kabupaten/Kota Belum Terdampak Covid-19, Satgas: Ini Harus Kita Jaga)
Meski begitu, pihaknya mengakui jika memang ada salah satu masyarakat yang masih belum ber-KTP Desa Tapan. Namun pihaknya sudah memastikan bahwa orang tersebut berdomisili di Desa Tapan.
Kadiv Yankum Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kanwil Jatim, Subianta Mandala usai mengadakan pembicaraan dengan pihak Yayasan Imam Syafi’ie, membenarkan adanya miskomunikasi antara pihak yayasan dengan masyarakat sekitar.
Menurut pengakuan pihak yayasan yang disampaikan kepadanya, tuduhan yang dilayangkan masyarakat terhadap pihak yayasan tidaklah benar adanya.
“Yayasan sudah memberikan kami bukti-bukti bahwa mereka tidak mengajarkan radikalisme dan lain-lain. Yang jelas ada miskomunikasi antara warga sekitar dan pihak yayasan,” ujarnya.
Meski begitu, pihaknya mengakui jika memang ada salah satu masyarakat yang masih belum ber-KTP Desa Tapan. Namun pihaknya sudah memastikan bahwa orang tersebut berdomisili di Desa Tapan.
Kadiv Yankum Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kanwil Jatim, Subianta Mandala usai mengadakan pembicaraan dengan pihak Yayasan Imam Syafi’ie, membenarkan adanya miskomunikasi antara pihak yayasan dengan masyarakat sekitar.
Menurut pengakuan pihak yayasan yang disampaikan kepadanya, tuduhan yang dilayangkan masyarakat terhadap pihak yayasan tidaklah benar adanya.
“Yayasan sudah memberikan kami bukti-bukti bahwa mereka tidak mengajarkan radikalisme dan lain-lain. Yang jelas ada miskomunikasi antara warga sekitar dan pihak yayasan,” ujarnya.
(vit)
Lihat Juga :