PSBB Tangerang Selatan Diperpanjang Hingga 23 Agustus
Minggu, 09 Agustus 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Dengan memerhatikan berbagai ketentuan seperti penyediaan fasilitas protokol kesehatan. Seperti sarung tangan, kemudian alat bantu dalam menyentuh makanan hingga fasilitas higiene terhadap pelayanan yang dilakukan.
”Tapi ada kegiatan yang memang sudah bisa dilaksanakan. Dengan memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” katanya.
Sementara itu Gubenur Banten Wahidin Halim menjelaskan, perpanjangan PSBB ini untuk menekan penularan covid-19, dikarenakan hampir diseluruh Kabupaten/Kota angka covid meningkat, sehingga butuh pengawasan. "Diperpanjang PSBB sebagai upaya kami untuk menekan penambahan jumlah covid di Banten,"ungkapnya.
Wahidin menjelaskan selama PSBB ini berlangsung sesuai dengan himbauan pemerintah pusat untuk pembukaan pendidikan tatap muka diwilayah zona kuning dan hijau harus dipersiapkan dan dicek awjauh mana sekolah-sekolah tersebut siap dengan sarana dan prasarana yang ada. "Jangan sampai sekolah dibuka dengan tatap muka, malah terjadi peningkatan angka yang terpapar seperti yang terjadi di Cilegon dan Tegal dimana baru dibuka dua hari ditutup kembali,"ujarnya.
Sedangkan untuk pemulihan ekonomi, Pemprov memilih padat karya dengan meningkatkan giat pertanian, serta memastikan stock cadangan pangan di Kabupaten dan Kota aman. (humas-kominfo)
”Tapi ada kegiatan yang memang sudah bisa dilaksanakan. Dengan memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” katanya.
Sementara itu Gubenur Banten Wahidin Halim menjelaskan, perpanjangan PSBB ini untuk menekan penularan covid-19, dikarenakan hampir diseluruh Kabupaten/Kota angka covid meningkat, sehingga butuh pengawasan. "Diperpanjang PSBB sebagai upaya kami untuk menekan penambahan jumlah covid di Banten,"ungkapnya.
Wahidin menjelaskan selama PSBB ini berlangsung sesuai dengan himbauan pemerintah pusat untuk pembukaan pendidikan tatap muka diwilayah zona kuning dan hijau harus dipersiapkan dan dicek awjauh mana sekolah-sekolah tersebut siap dengan sarana dan prasarana yang ada. "Jangan sampai sekolah dibuka dengan tatap muka, malah terjadi peningkatan angka yang terpapar seperti yang terjadi di Cilegon dan Tegal dimana baru dibuka dua hari ditutup kembali,"ujarnya.
Sedangkan untuk pemulihan ekonomi, Pemprov memilih padat karya dengan meningkatkan giat pertanian, serta memastikan stock cadangan pangan di Kabupaten dan Kota aman. (humas-kominfo)
(srf)
Lihat Juga :