Corona Masih Mengancam, Warga Bandung Diimbau Tak Gelar Agustusan
Minggu, 09 Agustus 2020 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Andri menuturkan, setiap tahun Karang Taruna di setiap kelurahan di Kota Bandung mendapatkan anggaran dari Pemkot Bandung melalui Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK).
"Setiap Karang Taruna di wilayah (kelurahan) mendapat bantuan Rp100 juta. Biasanya itu digunakan untuk panggung Agustusan, Muludan acara bakti sosial. Namun, untuk tahun ini anggaran itu tidak ada. Kami memahami pemkot juga tidak punya uang," tutur dia.
Selain itu, Andri juga meminta pengurus Karang Taruna kewilayahan di Kota Bandung tak meminta dana di pinggir jalan untuk kegiatan Agustusan.
"Kami juga imbau Karang Taruna tidak nongkrong di pinggir jalan (minta-minta). Banyak cara yang lebih baik," ungkap Andri.
Cara lain yang bisa dilakukan, kata Andri, mengetuk rumah warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.
"Di lingkungan ada warga yang berlebih, diketuk saja rumahnya, hatinya. Sampaikan ada warga yang kurang mampu. Jadi, Karang Taruna menjadi jembatan antara yang mampu dan yang tidak mampu," kata dia.
"Setiap Karang Taruna di wilayah (kelurahan) mendapat bantuan Rp100 juta. Biasanya itu digunakan untuk panggung Agustusan, Muludan acara bakti sosial. Namun, untuk tahun ini anggaran itu tidak ada. Kami memahami pemkot juga tidak punya uang," tutur dia.
Selain itu, Andri juga meminta pengurus Karang Taruna kewilayahan di Kota Bandung tak meminta dana di pinggir jalan untuk kegiatan Agustusan.
"Kami juga imbau Karang Taruna tidak nongkrong di pinggir jalan (minta-minta). Banyak cara yang lebih baik," ungkap Andri.
Cara lain yang bisa dilakukan, kata Andri, mengetuk rumah warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.
"Di lingkungan ada warga yang berlebih, diketuk saja rumahnya, hatinya. Sampaikan ada warga yang kurang mampu. Jadi, Karang Taruna menjadi jembatan antara yang mampu dan yang tidak mampu," kata dia.
Lihat Juga :