Antisipasi Kandungan Migas Berkurang, BBWM Bekasi Kembangkan 8 Bisnis Baru
Rabu, 13 Desember 2023 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
“Memang sejak Oktober kami shutdown karena kondisinya tidak memungkinkan. Alat yang kami miliki tidak mampu lagi menjangkau gas yang terkandung, karena memang sudah menipis,” katanya.
Pihaknya sempat mengakali penyerapan gas dengan lebih menurunkan level alat yang dimiliki, namun tidak berhasil.
“Yang biasanya kami terapkan high pressure, kami coba dengan low pressure. Tapi justru yang terangkut bukan hanya gas tapi material lain yang membuat dua alat kami rusak. Ini yang menjadi persoalan. Kondisi ini juga dirasakan Pertamina, tapi karena Pertamina itu alatnya punya lima, jadi kalau dua rusak masih bisa digunakan. Sedangkan kami cuma dua alatnya,” ungkap Prananto.
Saat ini PT BBWM menjadi BUMD satu-satunya yang masih mengelola gas dari hilir. Sedangkan BUMD di daerah lainnya telah beralih ke berbagai sektor energi terbarukan.
“Jadi karena hanya mengandalkan energi dari fosil akan habis juga sama di daerah lain juga. Hanya BBWM dan Gresik yang masih bertahan, itu pun telah berhenti,” katanya.
Kendati kandungan gas makin sulit, pihaknya masih bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab Bekasi sebesar Rp2,8 miliar.
Pihaknya sempat mengakali penyerapan gas dengan lebih menurunkan level alat yang dimiliki, namun tidak berhasil.
“Yang biasanya kami terapkan high pressure, kami coba dengan low pressure. Tapi justru yang terangkut bukan hanya gas tapi material lain yang membuat dua alat kami rusak. Ini yang menjadi persoalan. Kondisi ini juga dirasakan Pertamina, tapi karena Pertamina itu alatnya punya lima, jadi kalau dua rusak masih bisa digunakan. Sedangkan kami cuma dua alatnya,” ungkap Prananto.
Saat ini PT BBWM menjadi BUMD satu-satunya yang masih mengelola gas dari hilir. Sedangkan BUMD di daerah lainnya telah beralih ke berbagai sektor energi terbarukan.
“Jadi karena hanya mengandalkan energi dari fosil akan habis juga sama di daerah lain juga. Hanya BBWM dan Gresik yang masih bertahan, itu pun telah berhenti,” katanya.
Kendati kandungan gas makin sulit, pihaknya masih bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab Bekasi sebesar Rp2,8 miliar.
Lihat Juga :