Kisah Hamengkubuwono II, Raja Jawa yang Dimakzulkan dan Istananya Dijarah Tentara Eropa
Selasa, 12 Desember 2023 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Pada usia 24 tahun Raden Mas Sundara telah menulis kitab Suryaraja yang isinya tentang ramalan tidak terjadinya mitos akhir abad, yakni salah satu kerajaan akan runtuh.
Surakarta dan Yogyakarta akan bersatu di bawah pemerintahannya. Kolonial Inggris kurang menyukai Hamengkubuwono II. Saat bertahta, sikap Hamengkubuwono II dinilai tidak bisa diharapkan kerjasamanya.
Sebagai pejabat baru, Residen Yogyakarta John Crawfurd (1811-1814) menilai Hamengkubuwono II tidak bisa dibiarkan. Bahkan saat melakukan kunjungan ke istana Yogyakarta pada Desember 1811, Raffles merasakan sendiri sikap permusuhan Hamengkubuwono II.
“Yang dalam satu kejadian hampir saja menimbulkan perkelahian bersenjata di dalam sebuah ruangan yang penuh orang”.
Penyerbuan kolonial Inggris dengan pasukan Eropanya membuat Hamengkubuwono II tidak berdaya. Tidak hanya menurunkan paksa, pasukan Eropa juga menjarah istana Yogyakarta.
“Istana Yogyakarta dirampok, perpustakaan dan arsipnya dirampas, sejumlah besar uang diambil”.
Untuk mengisi kekosongan tahta kerajaan Mataram, Kolonial Inggris mengangkat GRM Suraja, yakni putra mahkota Yogyakarta, sebagai Sultan Hamengkubuwono III.
Surakarta dan Yogyakarta akan bersatu di bawah pemerintahannya. Kolonial Inggris kurang menyukai Hamengkubuwono II. Saat bertahta, sikap Hamengkubuwono II dinilai tidak bisa diharapkan kerjasamanya.
Sebagai pejabat baru, Residen Yogyakarta John Crawfurd (1811-1814) menilai Hamengkubuwono II tidak bisa dibiarkan. Bahkan saat melakukan kunjungan ke istana Yogyakarta pada Desember 1811, Raffles merasakan sendiri sikap permusuhan Hamengkubuwono II.
“Yang dalam satu kejadian hampir saja menimbulkan perkelahian bersenjata di dalam sebuah ruangan yang penuh orang”.
Penyerbuan kolonial Inggris dengan pasukan Eropanya membuat Hamengkubuwono II tidak berdaya. Tidak hanya menurunkan paksa, pasukan Eropa juga menjarah istana Yogyakarta.
“Istana Yogyakarta dirampok, perpustakaan dan arsipnya dirampas, sejumlah besar uang diambil”.
Untuk mengisi kekosongan tahta kerajaan Mataram, Kolonial Inggris mengangkat GRM Suraja, yakni putra mahkota Yogyakarta, sebagai Sultan Hamengkubuwono III.
Lihat Juga :