Dua Napi Lapas Kelas II Serang Tewas, Ini Penjelasan Kalapas
Jum'at, 01 Desember 2023 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Ada 15 WBP yang ikut meminum campuran tersebut dan beberapa orang merasakan sakit dan mual-mual. "Kami turut berduka cita yang sedalamnya atas adanya kejadian ini. Selanjutnya, dalam perkembangnya kami telah berkomunikasi dengan pihak keluarga dan menjelaskan semuanya. Dan pihak keluarga WBP sudah menerima dengan ikhlas," ujarnya.
Fajar mengatakan ke depan Lapas Kelas IIA Serang akan lebih selektif dan hati hati, serta lebih waspada, khususnya terkait keberadaan obat-obatan di Klinik. "Mulai dari pejabat struktural hingga tamping kami berikan ketegasan terkait deteksi dini dan memaksimalkan kontrol lingkungan,” lanjutnya.
Saat ini, Kanwil Kemenkumham Banten tengah melakukan pemeriksaan lebih dalam terkait peristiwa tersebut. ”Apabila terbukti adanya pelanggaran SOP oleh petugas Lapas maka akan diambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Drg Singgih Nur Priyatno, dokter Lapas Kelas IIA Serang mengatakan, para korban mengaku telah meminum cairan handsanitizer yang dicampur minuman bersoda. Cairan sanitizer itu memang didapat korban dari klinik.
Saat itu ada tahanan pendamping (tamping) yang meminta handsanitizer dengan alasan untuk membersihkan luka salah satu WBP. Handsanitizer tersebut memang digunakan untuk mengobati luka. ”Namun sisanya ternyata malah dicampur dengan minuman bersoda dan diminum beberapa orang WBP dan menyebabkan korban jiwa," katanya.
Fajar mengatakan ke depan Lapas Kelas IIA Serang akan lebih selektif dan hati hati, serta lebih waspada, khususnya terkait keberadaan obat-obatan di Klinik. "Mulai dari pejabat struktural hingga tamping kami berikan ketegasan terkait deteksi dini dan memaksimalkan kontrol lingkungan,” lanjutnya.
Saat ini, Kanwil Kemenkumham Banten tengah melakukan pemeriksaan lebih dalam terkait peristiwa tersebut. ”Apabila terbukti adanya pelanggaran SOP oleh petugas Lapas maka akan diambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Drg Singgih Nur Priyatno, dokter Lapas Kelas IIA Serang mengatakan, para korban mengaku telah meminum cairan handsanitizer yang dicampur minuman bersoda. Cairan sanitizer itu memang didapat korban dari klinik.
Saat itu ada tahanan pendamping (tamping) yang meminta handsanitizer dengan alasan untuk membersihkan luka salah satu WBP. Handsanitizer tersebut memang digunakan untuk mengobati luka. ”Namun sisanya ternyata malah dicampur dengan minuman bersoda dan diminum beberapa orang WBP dan menyebabkan korban jiwa," katanya.
(poe)
Lihat Juga :