Modus HP Sekali Pakai, Bandar Narkoba Karawang Ini Edarkan 1 Kg Sabu Tiap Operasi
Selasa, 28 November 2023 - 15:07 WIB
loading...
Polres Karawang meringkus bandar besar narkoba berinisial MA bersama pacarnya JTD. Mereka mengedarkan 1 kilogram sabu setiap kali beroperasi. Foto/MPI/Nilakusuma
A
A
A
KARAWANG - Polres Karawang, Jawa Barat meringkus bandar besar narkoba jenis sabu-sabu berinisial MA (28) bersama pacarnya JTD (38). Mereka mengedarkan 1 kilogram sabu setiap kali beroperasi.
Dari tangan tersangka polisi mengamankan hampir 100 gram sabu-sabu yang belum sempat di edarkan.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Tembak Mati Bandar Sabu di Sidoarjo
Salah satu pelaku, MA yang merupakan seorang perempuan baru keluar penjara dua bulan lalu, dan berulah lagi.
"Setiap barang turun sebanyak 1 kilo sabu-sabu di edarkan di sekitar Karawang. Saat kami tangkap barang bukti yang tersisa dan kami amankan sebanyak 99,82 gram sabu yang belum sempat diedarkan. Kalau ukuran Karawang tangkapan kami ini tergolong besar," kata Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Arief Zaenal Abidin, saat ekpose di Mapolres Karawang, Selasa (28/11/23).
Menurut Arief, pelaku MA dan pacarnya JTD disebut bandar besar di Karawang karena mampu mengedarkan sabu-sabu sebanyak 1 kilogram. Kemudian sabu tersebut diedarkan ke seluruh wilayah Karawang.
Setelah barang diedarkan handphone mereka dibuang.
Baca juga: 1 Bandar Sabu Jaringan Malaysia Ditembak Mati Polisi
"Jadi handphone milik mereka hanya sekali pakai kemudian dibuang. Ini dilakukan untuk menghilangkan jejak," katanya.
Arief mengatakan, MA sebagai perempuan termasuk berani menjadi bandar besar di Karawang. Padahal dia baru saja keluar penjara 2 bulan lalu setelah menjalani vonis penjara selama 4 tahun.
"Pelaku MA, walaupun perempuan dan menjadi residivis tetap saja nekat menjadi bandar," katanya.
Sedangkan pelaku Jtd merupakan pemain baru dan merupakan pacar dari pelaku MA. Pelaku JTD membantu MA mendistribusikan sabu ke sejumlah lokasi yang ditunjuk MA.
PelakuJTD ditangkap terlebih dahulu kemudian baru MA.
"Mereka berdua berpacaran dan sama-sama mengedarkan sabu," katanya.
Sementara polisi masih mencari GA yang mengirim sabu-sabu kepada MA. Hanya saja keberadaan GA belum diketahui karena hilang setelah penangkapan.
"Kami masih mencari keberadaan pelaku GA yang merupakan bandar besar atau bos dari pelaku MA," katanya.
Dari tangan tersangka polisi mengamankan hampir 100 gram sabu-sabu yang belum sempat di edarkan.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Tembak Mati Bandar Sabu di Sidoarjo
Salah satu pelaku, MA yang merupakan seorang perempuan baru keluar penjara dua bulan lalu, dan berulah lagi.
"Setiap barang turun sebanyak 1 kilo sabu-sabu di edarkan di sekitar Karawang. Saat kami tangkap barang bukti yang tersisa dan kami amankan sebanyak 99,82 gram sabu yang belum sempat diedarkan. Kalau ukuran Karawang tangkapan kami ini tergolong besar," kata Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Arief Zaenal Abidin, saat ekpose di Mapolres Karawang, Selasa (28/11/23).
Menurut Arief, pelaku MA dan pacarnya JTD disebut bandar besar di Karawang karena mampu mengedarkan sabu-sabu sebanyak 1 kilogram. Kemudian sabu tersebut diedarkan ke seluruh wilayah Karawang.
Setelah barang diedarkan handphone mereka dibuang.
Baca juga: 1 Bandar Sabu Jaringan Malaysia Ditembak Mati Polisi
"Jadi handphone milik mereka hanya sekali pakai kemudian dibuang. Ini dilakukan untuk menghilangkan jejak," katanya.
Arief mengatakan, MA sebagai perempuan termasuk berani menjadi bandar besar di Karawang. Padahal dia baru saja keluar penjara 2 bulan lalu setelah menjalani vonis penjara selama 4 tahun.
"Pelaku MA, walaupun perempuan dan menjadi residivis tetap saja nekat menjadi bandar," katanya.
Sedangkan pelaku Jtd merupakan pemain baru dan merupakan pacar dari pelaku MA. Pelaku JTD membantu MA mendistribusikan sabu ke sejumlah lokasi yang ditunjuk MA.
PelakuJTD ditangkap terlebih dahulu kemudian baru MA.
"Mereka berdua berpacaran dan sama-sama mengedarkan sabu," katanya.
Sementara polisi masih mencari GA yang mengirim sabu-sabu kepada MA. Hanya saja keberadaan GA belum diketahui karena hilang setelah penangkapan.
"Kami masih mencari keberadaan pelaku GA yang merupakan bandar besar atau bos dari pelaku MA," katanya.
(shf)
Lihat Juga :