BNPT Berharap Guru Jadi Pencegah Paham Terorisme di Sekolah dan Masyarakat
Jum'at, 24 November 2023 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cegah Terorisme, Kapolri Minta Deteksi Dini Keramaian hingga Tempat Ibadah
Dari hasil penelitian yang paling banyak terpapar dari anak muda berusia 13-32. Untuk itu, kegiatan seperti ke depan akan lebih sering digelar sebagai upaya memberikan imunitas kepada anak didik dari paparan radikal terorisme.
“Inilah tujuan digelar pelatihan guru. Hari ini pilot project kita. Tahun depan kita latihan seperti ini terutama di 10 wilayah yang indeks resiko terorisme tinggi yangn kita utamakan,” tuturnya.
Menurut Solihuddin Nasution, masyarakat diharapkan mempunyai resiliensi, dan imunitas paham radikal dan terorisme.
“Kami dari BNPT sangat berterima keasih pada bapak ibu dan semua pihak, terutama SMA 1 Palu, di mana sama-sama kita mengusung visi Sekolah Damai di Sulteng. Saya yakin ini jadi visi kita semua. Kami berharap seluruh level sekolah jadi Sekolah Damai yang bersih dari intoleransi, radikalisme, dan bullying,” tandasnya.
Sekretaris Dina Pendidikan Sulteng Asrul Ahmad mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan yaitu intoleransi, kekerasan termasuk kekerasan seksual, dan buli.
Ia berharap dengan kegiatan ini para guru bisa meningkatkan pemahamannya keterkaitan antara intoleransi dengan radikal terorisme dan bagaimana penyebaran terorisme itu masuk ke satuan pendidikan.
Dari hasil penelitian yang paling banyak terpapar dari anak muda berusia 13-32. Untuk itu, kegiatan seperti ke depan akan lebih sering digelar sebagai upaya memberikan imunitas kepada anak didik dari paparan radikal terorisme.
“Inilah tujuan digelar pelatihan guru. Hari ini pilot project kita. Tahun depan kita latihan seperti ini terutama di 10 wilayah yang indeks resiko terorisme tinggi yangn kita utamakan,” tuturnya.
Menurut Solihuddin Nasution, masyarakat diharapkan mempunyai resiliensi, dan imunitas paham radikal dan terorisme.
“Kami dari BNPT sangat berterima keasih pada bapak ibu dan semua pihak, terutama SMA 1 Palu, di mana sama-sama kita mengusung visi Sekolah Damai di Sulteng. Saya yakin ini jadi visi kita semua. Kami berharap seluruh level sekolah jadi Sekolah Damai yang bersih dari intoleransi, radikalisme, dan bullying,” tandasnya.
Sekretaris Dina Pendidikan Sulteng Asrul Ahmad mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan yaitu intoleransi, kekerasan termasuk kekerasan seksual, dan buli.
Ia berharap dengan kegiatan ini para guru bisa meningkatkan pemahamannya keterkaitan antara intoleransi dengan radikal terorisme dan bagaimana penyebaran terorisme itu masuk ke satuan pendidikan.
Lihat Juga :