Cinta Ditolak, Teror Orderan Fiktif Ojek Online Bertindak
Jum'at, 24 November 2023 - 04:28 WIB
loading...
A
A
A
"Intinya mereka awalnya kenalan di medsoslah. Nah mereka ada hubungan baik, tapi karena ditolak ya mungkin kecewa, akhirnya dengan kecewa itu dia pesan-pesan Gojek atau Gofood, yang bayar si cewek itu. Karena kecewa aja si cowoknya," ungkapnya.
Adapun pasal yang dilaporkan korban yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Nantinya, polisi juga akan memanggil terlapor yang diduga memesan order fiktif tersebut.
"Kita klarifikasi juga, mungkin ada penyelidikan ke saudara W ini. Nanti ada pendalaman juga kan, cuma garis besarnya dia kecewa dari penolakan si pelapor. Nanti kita akan undang bersurat," pungkasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang wanita berinisial AS menjadi sasaran teror oder fiktif ojek online ke alamat rumah Kampung Bedah, Pabuaran Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor. Diduga wanita tersebut diteror usai tak merespon seorang pria berinisial W yang dikenal melalui media sosial.
Terlihat dalam unggahan laman Instagram @infodepok_id wanita berinisial AS sampai memasang selebaran untuk para pengemudi Ojol yang terkena order fiktif. AS pun mengaku mendapat sasaran order fiktif mencapai belasan kali.
Adapun pasal yang dilaporkan korban yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Nantinya, polisi juga akan memanggil terlapor yang diduga memesan order fiktif tersebut.
"Kita klarifikasi juga, mungkin ada penyelidikan ke saudara W ini. Nanti ada pendalaman juga kan, cuma garis besarnya dia kecewa dari penolakan si pelapor. Nanti kita akan undang bersurat," pungkasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang wanita berinisial AS menjadi sasaran teror oder fiktif ojek online ke alamat rumah Kampung Bedah, Pabuaran Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor. Diduga wanita tersebut diteror usai tak merespon seorang pria berinisial W yang dikenal melalui media sosial.
Terlihat dalam unggahan laman Instagram @infodepok_id wanita berinisial AS sampai memasang selebaran untuk para pengemudi Ojol yang terkena order fiktif. AS pun mengaku mendapat sasaran order fiktif mencapai belasan kali.
Lihat Juga :