Polemik Pengentasan Stunting, Wali Kota Depok: Jangan karena Setetes Nila Merusak Susu se-Kota

Kamis, 23 November 2023 - 04:29 WIB
loading...
Polemik Pengentasan...
Hal itu menyusul polemik program PMT pengentasan stunting di masyarakat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris merespons permintaan Komisi A DPRD Kota Depok terkait Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mary Liziawati agar dicopot dari jabatannya. Hal itu menyusul polemik program pemberian makanan tambahan (PMT) pengentasan stunting di masyarakat.

"Jangan cuma karena kesalahan dikit, karena setetes nila merusak susu se-kota," kata Idris saat ditemui di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Rabu (22/11/2023).

Idris pun mengalihkan agar mengevaluasi yang lain. Ia mencontohkan evaluasi vendor penyedia PMT seperti yang terjadi di wilayah Tapos usai viral.

Baca juga: Tekan Angka Stunting, Jabar Kukuhkan Duta Penurunan Stunting

"Kalau mau evaluasi yang lainnya dah gitu. Nah vendor sudah kita evaluasi yang Tapos tuh dan mereka karena tidak sanggup menangani sekian puluh ribu rantang istilahnya akhirnya mundur juga sebelum dimundurkan sudah mundur," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Mary Liziawati dicopot buntut polemik program pemberian makanan tambahan (PMT) dalam pengentasan stunting hanya menyediakan menu nasi, kuah sayur dan tahu kukus di wilayah Tapos.

"Dinkes tuh ngeyel, saya minta nanti Komisi A yang membidangi kita harus minta ganti lah Kadinkesnya," kata Hamzah kepada wartawan di Gedung DPRD, Cilodong, Kota Depok, Rabu (22/11/2023).

Hamzah pun secara tegas bahwa Komisi A yang membidangi kepegawaian meminta Kadinkes untuk dicopot.

"Oh iya kita Komisi A yang membidangi kepegawaian kita didalam rapat minta ganti Kadinkesnya. Ya iya minta dicopot," ujarnya.

Sebagai informasi, program PMT lokal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan anggaran Rp4,9 miliar dengan rincian Rp18 ribu per paket setiap harinya untuk 9.282 balita menuai polemik ketika menu hanya menyediakan nasi, kuah sayur sop dan tahu rebus. Tak hanya itu program PMT lokal itu pun menjadi sorotan Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma'ruf Amin dan Menko PMK Muhadjir Effendy.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Berita Terkini
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved