TTM-BBPP Lembang Bantu Ponpes Terdampak COVID-19 dan Pelatihan Pertanian
Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Ini sangat membantu petani di Jawa Barat dalam mendapatkan pelatihan inovasi baru dalam pertanian. Praktik pelatihannya langsung dengan pengawasan tenaga ahli, hasil pertaniannya diserahkan ke Packing House (PH) TTM BBPP Lembang dan dipasarkan sesuai dengan kualitas standar mereka.
"Untuk fase sekarang fokus pelatihan kepada capacity building petani, peningkatan kualitas pemasaran, pengepakan, dll. Sehingga kami berharap kerja sama ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat terasa," kata Hasan.
Widyaiswara sekaligus Counterpart kerja sama BBPP Lembang dan TTM, Yeyep Dintan menambahkan, selama fase pertama dalam waktu lima tahun sudah menghasilkan 1.800 petani binaan dan tiga angkatan pelatihan khusus organik sebanyak 90 orang.
Pada fase kedua sekarang pelatihannya diperluas seperti ke Cianjur dan Kabupaten Bandung dan penguatan di pemasaran. Produk pertanian yang jadi primadonanya adalah, kubis, tomat, cabai paprika, kentang, brokoli, cabai-cabaian, dan sayuran daun.
"Untuk soal budidaya sudah selesai lima tahun lalu, sekarang penguatan lebih ke pemasaran. Bagaimana produk sayuran menjadi berkualitas, layak jual dan konsumsi, dan khusus sekarang petani yang terdampak COVID-19 juga akan dibantu pemasarannya," ujar Yeyep.
"Untuk fase sekarang fokus pelatihan kepada capacity building petani, peningkatan kualitas pemasaran, pengepakan, dll. Sehingga kami berharap kerja sama ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat terasa," kata Hasan.
Widyaiswara sekaligus Counterpart kerja sama BBPP Lembang dan TTM, Yeyep Dintan menambahkan, selama fase pertama dalam waktu lima tahun sudah menghasilkan 1.800 petani binaan dan tiga angkatan pelatihan khusus organik sebanyak 90 orang.
Pada fase kedua sekarang pelatihannya diperluas seperti ke Cianjur dan Kabupaten Bandung dan penguatan di pemasaran. Produk pertanian yang jadi primadonanya adalah, kubis, tomat, cabai paprika, kentang, brokoli, cabai-cabaian, dan sayuran daun.
"Untuk soal budidaya sudah selesai lima tahun lalu, sekarang penguatan lebih ke pemasaran. Bagaimana produk sayuran menjadi berkualitas, layak jual dan konsumsi, dan khusus sekarang petani yang terdampak COVID-19 juga akan dibantu pemasarannya," ujar Yeyep.
(awd)
Lihat Juga :