Profil Penerbang di 2 Pesawat Super Tucano yang Jatuh, 1 Raih Seribu Jam Terbang saat Pangkat Mayor
Kamis, 16 November 2023 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Dari data tni-au.mil.id, diketahui Sandra Gunawan lebih dahulu menerbangkan pesawat OV 10 F Bronco Skadrin Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, pada tahun 2007. Pesawat OV 10 F Bronco, akhirnya dilarang terbang setelah mengalami kecelakaan di ujung landasan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pada tahun 2007.
Saat OV 10 F Bronco dilarang terbang, dan Skadron Udara 21 belum memiliki pesawat, Sandra Gunawan sempat tugas sebagai penerbang pesawat Cassa 212 Skadron Udara 4, dan C-130 Hercules di Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh.
Baca juga: Terungkap! Suami Bunuh Istri di Batam Gara-gara Tak Dikasih Uang Rp50 Miliar untuk Pencalonan Bupati
Dia kembali bergabung dengan Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, pada tahun 2012 saat pesawat tempur taktis Super Tucano mulai didatangkan dari Brazil, dan dioperasikan sebagai kekuatan tempur serta latih.
Sandra Gunawan merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2004, dan peraih predikat siswa terbaik dalam pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-56 pada tahun 2018.
Saat OV 10 F Bronco dilarang terbang, dan Skadron Udara 21 belum memiliki pesawat, Sandra Gunawan sempat tugas sebagai penerbang pesawat Cassa 212 Skadron Udara 4, dan C-130 Hercules di Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh.
Baca juga: Terungkap! Suami Bunuh Istri di Batam Gara-gara Tak Dikasih Uang Rp50 Miliar untuk Pencalonan Bupati
Dia kembali bergabung dengan Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, pada tahun 2012 saat pesawat tempur taktis Super Tucano mulai didatangkan dari Brazil, dan dioperasikan sebagai kekuatan tempur serta latih.
Sandra Gunawan merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2004, dan peraih predikat siswa terbaik dalam pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-56 pada tahun 2018.
(eyt)
Lihat Juga :