Marak Kasus Stunting, Jawa Tengah Waspadai Konsumsi Kental Manis
Rabu, 15 November 2023 - 18:25 WIB
loading...
Silaturahmi Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, YAICI dengan Pemprov Jawa Tengah membahas penanganan stunting. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pada Selasa (14/11/2023).
Pertemuan membahas polemik kental manis di tengah masyarakat yang hingga saat ini masih kerap diberikan sebagai minuman susu untuk anak dan balita.
Baca juga: 2 Inovasi Ganjar Turunkan Stunting di Jateng Bisa Jadi Role Model
Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yuni Rahayuningtyas dalam pertemuan itu mengatakan pentingnya perhatian terhadap edukasi bahaya konsumsi kental ditengah maraknya kasus stunting.
Menurut Yuni, perlu materi edukasi kental manis bukan susu dalam setiap upaya penanganan stunting.
“Kalau kita lihat di lapangan terkait stunting dan kental manis memang edukasi dan materinya harus mulai diperkuat karena kita lihat di lapangan sedang marak ya (stunting dan pemberian kental manis pada balita),” kata Yuni.
Lebih lanjut, Yuni menjelaskan bahwa di Dinas Kesehatan bersama stakeholder lain sudah gencar melakukan optimalisasi pelayanan posyandu melalui kader-kadernya.
Pertemuan membahas polemik kental manis di tengah masyarakat yang hingga saat ini masih kerap diberikan sebagai minuman susu untuk anak dan balita.
Baca juga: 2 Inovasi Ganjar Turunkan Stunting di Jateng Bisa Jadi Role Model
Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yuni Rahayuningtyas dalam pertemuan itu mengatakan pentingnya perhatian terhadap edukasi bahaya konsumsi kental ditengah maraknya kasus stunting.
Menurut Yuni, perlu materi edukasi kental manis bukan susu dalam setiap upaya penanganan stunting.
“Kalau kita lihat di lapangan terkait stunting dan kental manis memang edukasi dan materinya harus mulai diperkuat karena kita lihat di lapangan sedang marak ya (stunting dan pemberian kental manis pada balita),” kata Yuni.
Lebih lanjut, Yuni menjelaskan bahwa di Dinas Kesehatan bersama stakeholder lain sudah gencar melakukan optimalisasi pelayanan posyandu melalui kader-kadernya.
Lihat Juga :