Kisah Raja Bataha Santiago yang Tewas Digantung Penjajah karena Tak Mau Tunduk pada VOC
Minggu, 12 November 2023 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Adik Santiago, Sapela datang sebelum subuh dan hanya berhasil membawa kepala saudaranya, menguburkannya di antara akar pepohonan besar di pantai dengan tumpukan batu di Nento, Desa Karatung-Paghul pada tahun 1675.
Kuburan rahasia kepala Santiago baru terungkap pada tahun 1950. Sementara tubuhnya diduga dikuburkan di tempat eksekusi di Kelurahan Santiago saat ini. Sebagai penghormatan, sebuah patung di Miangas, daerah perbatasan antara Indonesia dan Filipina didirikan untuk Santiago.
Nama Santiago juga diabadikan sebagai nama markas Kodim 1301 Sangihe dan Korem 131 Santiago di Manado, Sulawesi Utara. Bataha Santiago meninggal pada usia 53 tahun dan bertepatan ketika dia mengakhiri kekuasannya di Kerajaan Manganitu. Ada sebuah kutipan menyentuh di makamnya bertuliskan 'Biar saya mati digantung, tidak mau tunduk pada Belanda'.
Kuburan rahasia kepala Santiago baru terungkap pada tahun 1950. Sementara tubuhnya diduga dikuburkan di tempat eksekusi di Kelurahan Santiago saat ini. Sebagai penghormatan, sebuah patung di Miangas, daerah perbatasan antara Indonesia dan Filipina didirikan untuk Santiago.
Nama Santiago juga diabadikan sebagai nama markas Kodim 1301 Sangihe dan Korem 131 Santiago di Manado, Sulawesi Utara. Bataha Santiago meninggal pada usia 53 tahun dan bertepatan ketika dia mengakhiri kekuasannya di Kerajaan Manganitu. Ada sebuah kutipan menyentuh di makamnya bertuliskan 'Biar saya mati digantung, tidak mau tunduk pada Belanda'.
(hri)
Lihat Juga :