Kisah Penolakan Bung Tomo Menyambut Kedatangan Tentara Inggris di Surabaya
Sabtu, 11 November 2023 - 06:25 WIB
loading...
Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November digunakan oleh kreator konten Pasko Boyoh dengan rekayasa digital yang menarik. Foto/Instagram
A
A
A
SURABAYA - Informasi Menteri Penerangan Amir Syarifuddin mengenai adanya tentara Inggris yang tiba di Surabaya untuk mengangkuti tentara Jepang, tak langsung dipercaya Bung Tomo. Sebab tentara Inggris memasuki Indonesia pada 15 September 1945 bersama sekutunya di Jakarta.
Di sisi lain, tentara Jepang yang telah menyerah pasca proklamasi kemerdekaan dilucuti persenjataannya oleh pejuang Indonesia, termasuk di Surabaya. Memang pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Pergolakan peperangan di nyaris seluruh daerah di Indonesia masih terjadi, demi mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Laskar Hizbullah, Pasukan Cadangan Pertempuran Surabaya 10 November yang Dilatih Tentara Jepang
Maka ketika pasukan Inggris yang masuk ke Surabaya, Menteri Penerangan meminta Bung Tomo dan pasukannya untuk menghormati dan menyambut baik kedatangan sekutu di Surabaya, seperti halnya di Jakarta.
Namun oleh Bung Tomo dan rakyat Surabaya ajakan menteri penerangan Amir Syarifuddin itu ditolak mentah-mentah.Dikisahkan pada buku “Bung Tomo Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November” karya Abdul Waid.
Di sisi lain, tentara Jepang yang telah menyerah pasca proklamasi kemerdekaan dilucuti persenjataannya oleh pejuang Indonesia, termasuk di Surabaya. Memang pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Pergolakan peperangan di nyaris seluruh daerah di Indonesia masih terjadi, demi mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Laskar Hizbullah, Pasukan Cadangan Pertempuran Surabaya 10 November yang Dilatih Tentara Jepang
Maka ketika pasukan Inggris yang masuk ke Surabaya, Menteri Penerangan meminta Bung Tomo dan pasukannya untuk menghormati dan menyambut baik kedatangan sekutu di Surabaya, seperti halnya di Jakarta.
Namun oleh Bung Tomo dan rakyat Surabaya ajakan menteri penerangan Amir Syarifuddin itu ditolak mentah-mentah.Dikisahkan pada buku “Bung Tomo Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November” karya Abdul Waid.
Lihat Juga :