Sejarah dan Asal-usul Orang Nias, dari Mitos hingga Penelitian Arkeologi

Selasa, 07 November 2023 - 10:52 WIB
loading...
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan asal-usul orang Nias. Foto/museum-nias.org
A A A
JAKARTA - Sejarah dan asal-usul orang Nias menarik diulas. Orang Nias, yang akrab dikenal suku Nias, merupakan penduduk asli Pulau Nias.

Nias merupakan sebuah pulau yang terletak di barat Pulau Sumatera . Secara administratif, Pulau Nias masuk ke dalam Provinsi Sumatera.

Pulau Nias terkenal dengan budaya dan tradisinya yang unik. Orang Nias juga memiliki sejarah dan asal-usul yang menarik.

Berikut jejak peradaban orang Nias dari masa pra-sejarah hingga perkembangan budaya dalam kehidupan sehari-harinya.

Sejarah dan Asal-usul Orang Nias


Salah satu ciri khas yang paling mencolok dari peradaban kuno Nias adalah megalitik, yang mencakup berbagai jenis monumen batu, termasuk batu bangunan, patung, dan prasasti.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Nama Kabupaten Batu Bara di Sumatera Utara

Suku Nias, yang mendiami Pulau Nias, disebut sebagai 'Ono Niha' dalam bahasa asli mereka. 'Ono' memiliki arti 'anak' atau 'keturunan,' sementara 'Niha' berarti 'manusia.' Masyarakat Suku Nias tinggal dalam lingkungan adat dan budaya yang kaya dan lestari.

Mitos asal usul Suku Nias mengacu pada kisah tentang "Sigaru Tora’a," pohon kehidupan yang terletak di Teteholi Ana’a. Cerita ini berkisah tentang kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias selama masa pemerintahan Raja Sirao.

Raja ini memiliki sembilan putra yang bersaing untuk mendapatkan takhta Sirao. Mereka dianggap sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.

Di sisi lain, penelitian arkeologi sejak tahun 1999 telah mengungkapkan bahwa Pulau Nias sebenarnya telah dihuni sejak sekitar 12.000 tahun yang lalu oleh imigran dari daratan Asia, atau bahkan hingga 30.000 tahun yang lalu.

Pada tahun 2013, penelitian genetika yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral Departemen Biologi Molekuler Forensik Erasmus MC menyimpulkan bahwa masyarakat Nias berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Mereka kemungkinan datang dari Taiwan melalui jalur Filipina sekitar 4.000-5.000 tahun yang lalu.

Selain itu, masih ada sebuah mitos yang menjelaskan asal-usul orang Nias. Hingga saat ini kisah tentang leluhur Nias banyak didasarkan pada cerita lisan Nias yang dikenal dengan sebutan Hoho.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Nama Asahan, Berawal dari Perjalanan Sultan Iskandar Muda ke Johor dan Malaka

Salah satu Hoho yang cukup terkenal, yakni manusia pertama yang tinggal di Pulau Nias disebut sebagai sowanu atau ono mbela.

Mitosnya, ono mbela merupakan keturunan penguasa kayangan bernama Ibu Sirici. Ono mbela diketahui jumlahnya sebanyak enam orang.

Hingga pada suatu hari sang penguasa kayangan memerintahkan keenam keturunannya untuk turun ke bumi menggunakan Liana Lagara yang merupakan jenis tumbuhan merambat.

Dalam perjalanannya turun ke bumi, para keturunan kayangan tersebut terbelah menjadi dua. Sebagian memilih untuk tetap di atas pohon dan sebagian lainnya turun ke bumi.

Ono mbela adalah keturunan Ibu Sirici yang memutuskan untuk tetap di atas pohon dengan ciri berkulit putih dan paras yang cantik.

Sedangkan keturunan Ibu Sirici yang turun ke bumi akan tinggal di gua, golongan ini disebut Nadaoya atau manusia gua dengan ciri tubuh besar dan kulit yang berwarna gelap.

Kisah-kisah lisan dan mitos ini tetap menjadi landasan bagi tradisi lokal dan berbagai norma yang masih ditaati oleh penduduk Nias hingga hari ini.

Itulah ulasan mengenai kisah dan mitos asal usul orang Nias. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
DPR Apresiasi Polda...
DPR Apresiasi Polda Riau Bongkar Jaringan Perburuan Gajah Sumatera
CBD Bintaro Himpun Bantuan...
CBD Bintaro Himpun Bantuan Rp150 Juta untuk Warga Terdampak Banjir Sumatera
Hunian Tetap Korban...
Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Bakal Dibangun Dekat Ekosistem Warga
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Rekomendasi
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved