Ratusan Ribu Rumah Terhempas Gelombang Seismik yang Sangat Besar

Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:07 WIB
loading...
Ratusan Ribu Rumah Terhempas...
Sebuah kendaraan rusak terlihat di lokasi ledakan di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Foto/REUTERS/Mohamed Azakir
A A A
BEIRUT - Kota Beirut, Lebanon, benar-benar dibuat porak-poranda oleh ledakan dahsyat yang terjadi akibat terbakarnya 2.750 ton amonium nitrat. Sejumlah orang tewas dan bangunan hancurditerjanggelombang seismik yang dirasakan hingga Siprus, 160 kilometer dari lokasi kejadian. Baca : Ngerinya Ledakan 2.750 Ton Amonium Nitrat di Beirut: Serasa Bom Hiroshima

Berbagai rekaman video yang diambil warga lokal dari berbagai sudut menunjukkan asap membubung tinggi dari Pelabuhan Beirut. Tak lama kemudian ledakan hebat meletus hingga beberapa kilometer. Korban luka dengan dilumuri darah keluar dari tengah asap. Mereka berlarian dan berteriak meminta tolong.

Para nelayan yang sedang menangkap ikan juga terkejut. Kapal dan perahu mereka sempat terempas beberapa kilometer. Begitu pun dengan pedagang yang sedang menjajakan makanan dan mereka yang sedang bersantai di balkon apartemen di sekitar lokasi ledakan. Peristiwa itu terjadi tepat pukul 18.02 waktu lokal di Pelabuhan Beirut.

“Kami sudah tertimpa krisis ekonomi dan keuangan, masyarakat telah kelaparan, ditambah lagi dengan peristiwa ini. Kami menderita. Ada banyak sekali penjarah dan pencuri. Siapakah yang akan menafkahi anak-anak yang kehilangan orang tuanya?,” keluh Bilal, 60, warga Beirut di dekat lokasi kejadian, dikutip Reuters.

Kawasan Pelabuhan Beirut kini lumpuh dan tak dapat digunakan untuk mengimpor makanan dari luar negeri. Padahal, lebih dari 6 juta warga setempat menggantungkan hidup pada bantuan asing. Begitu pun dengan ratusan ribu pengungsi asal Suriah. Gudang utama gandum di pelabuhan juga hancur lebur.

Sedikitnya 100 orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka. Ratusan korban juga dinyatakan hilang tertimbun reruntuhan bangunan. Peristiwa ini menjadi kejadian terburuk yang mengguncang Lebanon di tengah lilitan utang dan wabah virus corona Covid-19 yang menewaskan 65 orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan, 2.750 ton amonium nitrat disimpan selama enam tahun di Pelabuhan Beirut tanpa sistem keamanan memadai. “Hal ini tidak dapat ditoleransi. Kami perlu menggelar pertemuan dan mendeklarasikan darurat negara selama dua pekan,” kata Aoun, dikutip Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kopral Purnawirawan...
Kopral Purnawirawan Subagyo Gelar Aksi Simpati untuk Beirut
PMI Solo Dukung Program...
PMI Solo Dukung Program 1.000 Kantong Darah untuk Beirut
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Lebanon Ungkap Israel...
Lebanon Ungkap Israel Tolak Usulan Periksa Lokasi di Pinggiran Beirut sebelum Serangan Udara
Serangan Barbar Israel...
Serangan Barbar Israel Gempur Bandara Beirut saat Pesawat Penumpang akan Lepas Landas
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
Spot, Robot Anjing yang...
Spot, Robot Anjing yang Bertugas Kawal Rumah Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved