Bareskrim Gerebek Pabrik Narkoba Jenis Baru, Dijadikan Keripik Pisang dan Happy Water
Jum'at, 03 November 2023 - 13:04 WIB
loading...
Kabareskrim Polri, Komjen (Pol) Wahyu Widada saat konferensi pers di TKP penggerebekan rumah produksi narkoba jenis baru di Baturetno, Banguntapan, Bantul. Foto/MPI/Yohanes Demo
A
A
A
BANTUL - Bareskrim Polri bersama Polda DIY melakukan penggrebekan rumah kontrakan di Dusun Pelem Kidul, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, DIY. Penggerebekan ini terkait dengan ditemukannya aktivitas produksi narkoba jenis baru.
Kabareskrim Polri, Komjen (Pol) Wahyu Widada mengungkapkan bahwa penggrebekan ini dilakukan setelah pihaknya berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Cimanggis, Jawa Barat.
Baca juga: Nitazene Narkoba Baru Buatan China yang Lebih Berbahaya dari Fentanil
"Berawal dari pemantauan cyber kami mengungkap ada penjualan happy water dan keripik pisang. Namun, hal yang membuat kami curiga adalah mereka menjual keripik pisang atau happy water dengan harga yang mahal. Dari situ, kami melakukan pemantauan terhadap akun penjualan tersebut," kata Wahyu Widada dalam acara konferensi pers yang dilaksanakan di TKP penggerebekan di Baturetno, Banguntapan, Jumat (3/11/2023).
Setelah 1 bulan melakukan pemantauan, lanjut Wahyu, pihaknya kemudian berhasil melakukan penangkapan pengirim paket berisi keripik pisang yang sudah tercampur dengan narkoba.
"Kemudian kami melakukan pengembangan dan diperoleh tiga TKP lainnya, pertama di wilayah Kaliangkrik, Magelang, Potorono dan Baturetno, Banguntapan, Bantul. Selanjutnya, pada hari Kamis (2/11/2023) kami berhasil melakukan penggerebekan," lanjutnya.
Kabareskrim Polri, Komjen (Pol) Wahyu Widada mengungkapkan bahwa penggrebekan ini dilakukan setelah pihaknya berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Cimanggis, Jawa Barat.
Baca juga: Nitazene Narkoba Baru Buatan China yang Lebih Berbahaya dari Fentanil
"Berawal dari pemantauan cyber kami mengungkap ada penjualan happy water dan keripik pisang. Namun, hal yang membuat kami curiga adalah mereka menjual keripik pisang atau happy water dengan harga yang mahal. Dari situ, kami melakukan pemantauan terhadap akun penjualan tersebut," kata Wahyu Widada dalam acara konferensi pers yang dilaksanakan di TKP penggerebekan di Baturetno, Banguntapan, Jumat (3/11/2023).
Setelah 1 bulan melakukan pemantauan, lanjut Wahyu, pihaknya kemudian berhasil melakukan penangkapan pengirim paket berisi keripik pisang yang sudah tercampur dengan narkoba.
"Kemudian kami melakukan pengembangan dan diperoleh tiga TKP lainnya, pertama di wilayah Kaliangkrik, Magelang, Potorono dan Baturetno, Banguntapan, Bantul. Selanjutnya, pada hari Kamis (2/11/2023) kami berhasil melakukan penggerebekan," lanjutnya.
Lihat Juga :