Capres-Cawapres Diminta Pikirkan Isu Polusi Udara, Ganjar Pranowo Siapkan Desa Mandiri Energi
Kamis, 02 November 2023 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Sumber energi ramah lingkungan ini mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), panas bumi, serta pemanfaatan energi non-listrik seperti biodiesel, biogas, biomassa, dan gas rawa (biogenic shallow gas).
Secara umum, sebuah desa dikategorikan sebagai DME mapan jika telah mencapai tingkat pemanfaatan EBT yang luas, telah membangun infrastruktur EBT dengan dukungan masyarakat, kelembagaan berjalan dengan baik, iuran terkumpul, dan adanya inovasi.
Sementara itu, DME kategori berkembang memiliki infrastruktur EBT, baik yang berasal dari pemerintah, swasta, atau pihak lain, meskipun lembaga ini belum berjalan secara optimal.
DME kategori inisiatif memiliki karakteristik pemanfaatan EBT yang masih bersifat individu dan lembaga yang belum berfungsi dengan baik.
Sebagian besar DME di Jawa Tengah masih termasuk dalam kategori inisiatif. Secara rinci, hingga Juni 2023, terdapat 25 DME mapan, 158 DME berkembang, dan 2.238 DME inisiatif.
Prestasi Jawa Tengah dalam pengembangan EBT ini mendapatkan pengakuan nasional. Gubernur Ganjar Pranowo bahkan diundang oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) sebagai salah satu co-chair Civil 20 (C20 Indonesia) untuk berbagi keberhasilannya dalam pengembangan EBT dalam acara G20 side event dan Energy Transition Working Group (ETWG) Meeting di Bali.
Prestasi dirinya dalam transisi energi dengan program DME telah membutkikan kepedulian Ganjar untuk menciptakan ekonomi sirkuler, konservasi energi, dan pengurangan polusi udara.
Ganjar menuangkan keinginannya untuk membuat Desa Mandiri Energi secara masif dalam visi dan misinya yang tergabung dalam kategori pengembangan ekonomi hijau.
Secara umum, sebuah desa dikategorikan sebagai DME mapan jika telah mencapai tingkat pemanfaatan EBT yang luas, telah membangun infrastruktur EBT dengan dukungan masyarakat, kelembagaan berjalan dengan baik, iuran terkumpul, dan adanya inovasi.
Sementara itu, DME kategori berkembang memiliki infrastruktur EBT, baik yang berasal dari pemerintah, swasta, atau pihak lain, meskipun lembaga ini belum berjalan secara optimal.
DME kategori inisiatif memiliki karakteristik pemanfaatan EBT yang masih bersifat individu dan lembaga yang belum berfungsi dengan baik.
Sebagian besar DME di Jawa Tengah masih termasuk dalam kategori inisiatif. Secara rinci, hingga Juni 2023, terdapat 25 DME mapan, 158 DME berkembang, dan 2.238 DME inisiatif.
Prestasi Jawa Tengah dalam pengembangan EBT ini mendapatkan pengakuan nasional. Gubernur Ganjar Pranowo bahkan diundang oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) sebagai salah satu co-chair Civil 20 (C20 Indonesia) untuk berbagi keberhasilannya dalam pengembangan EBT dalam acara G20 side event dan Energy Transition Working Group (ETWG) Meeting di Bali.
Prestasi dirinya dalam transisi energi dengan program DME telah membutkikan kepedulian Ganjar untuk menciptakan ekonomi sirkuler, konservasi energi, dan pengurangan polusi udara.
Ganjar menuangkan keinginannya untuk membuat Desa Mandiri Energi secara masif dalam visi dan misinya yang tergabung dalam kategori pengembangan ekonomi hijau.
(shf)
Lihat Juga :