Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang Diduga Bermotif Penguasaan Yayasan Pendidikan
Kamis, 26 Oktober 2023 - 16:11 WIB
loading...
Pembunuhan ibu dan anak gadis di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jabar, diduga dipicu oleh penguasaan yayasan pendidikan. Foto/iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
A
A
A
SUBANG - Penguasaan terhadap yayasan pendidikan yang dikelola Tuti Suhartini, Amalia Mustika Ratu, dan Yoris Raja Amalullah, diduga menjadi motif pembunuhan terhadap ibu dan anak gadisnya. Pembunuhan di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jabar, baru terungkap setelah dua tahun berlalu.
Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang, Nomor 5 Mengejutkan!
Dugaan penguasaan yayasan pendidikan sebagai sumber persoalan, dan menjadi motif pembunuhan tersebut, didasarkan dari pengakuan Yoris yang merupakan putra sulung pasangan, Yosef dan Tuti, serta kakak dari Amalia.
Yoris menyebut, Yosef dua kali mencairkan uang Yayasan Bina Prestasi Nasional usai peristiwa pembunuhan terhadap ibu dan adiknya. "Pasca pembunuhan itu, saya dinonaktifkan dari yayasan," tuturnya.
Baca juga: Tolak Bersetubuh dengan 3 Pria, Wanita Cantik di Surabaya Dianiaya Kekasih hingga Lebam
Bahkan, Yosef sempat menawarkan M. Ramdanu alias Danu sebagai bendahara yayasan. Setelah itu, Yosef menarik uang yayasan sebanyak dua kali. Penarikan uang yayasan itu dilakukan Yosef bersama kepala sekolah dan bendahara sekolah.
Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang, Nomor 5 Mengejutkan!
Dugaan penguasaan yayasan pendidikan sebagai sumber persoalan, dan menjadi motif pembunuhan tersebut, didasarkan dari pengakuan Yoris yang merupakan putra sulung pasangan, Yosef dan Tuti, serta kakak dari Amalia.
Yoris menyebut, Yosef dua kali mencairkan uang Yayasan Bina Prestasi Nasional usai peristiwa pembunuhan terhadap ibu dan adiknya. "Pasca pembunuhan itu, saya dinonaktifkan dari yayasan," tuturnya.
Baca juga: Tolak Bersetubuh dengan 3 Pria, Wanita Cantik di Surabaya Dianiaya Kekasih hingga Lebam
Bahkan, Yosef sempat menawarkan M. Ramdanu alias Danu sebagai bendahara yayasan. Setelah itu, Yosef menarik uang yayasan sebanyak dua kali. Penarikan uang yayasan itu dilakukan Yosef bersama kepala sekolah dan bendahara sekolah.
Lihat Juga :